Kepala Desa Pandau, Firdaus Roza mengatakan awalnya warga sempat menolak jenazah Benny. Namun, akhirnya warga desa yang terletak sekitar satu jam dari Kota Pekanbaru tersebut, bersedia menerima jenazah Benny.
"Awalnya sempat terjadi gejolak di masyarakat. Tapi kita beri masukan, bahwa kalau tidak di sini dimana lagi akan kita makamkan," ujar Firdaus seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desa Pandau Jaya merupakan tempat kediaman orang tua kandung Benny, Yuliati (60). Istri almarhum Benny juga tinggal di sana.
Setibanya di cargo Bandara SSK II Pekanbaru, jenazah Beny yang ditempatkan di sebuah peti warna cokelat langsung dibawa menggunakan ambulans desa Pandau tepatnya Jalan Kempas 12, RT 07 RW 12.
Tiba di Pandau sekitar pukul 08.00 WIB pagi, jenazah langsung disalatkan di Mushala Al-Ihlas.
"Kita sudah dapat informasi (rencana pemakaman) beberapa hari yang lalu dari keluarga," katanya.
Isak tangis keluarga Beny pecah saat almarhum dikeluarkan dari peti matinya. Tampak seluruh tubuhnya dibungkus dengan kain kafan berwarna putih. Begitu pun dengan wajahnya, hingga keluarga tak satu pun dapat melihatnya.
Wakapolda Riau Brigjen Pol Permadi, mengatakan meskipun kerusuhan yang terjadi di Rutan Cabang Salemba pada Selasa (8/5) telah menggugurkan lima orang anggota Polri, pihaknya tidak menyimpan rasa dendam kepada para tahanan, termasuk almarhum Beny.
"Semoga almarhum diberikan tempat yang layak. Insya Allah tidak ada dendam," ujarnya.
Lihat juga:Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bekasi |