Diduga Rencanakan Ricuh Mako Brimob, Dua Perempuan Ditahan

ANTARA, CNN Indonesia | Minggu, 13/05/2018 15:14 WIB
Terduga dua teroris perempuan diamankan polisi karena dicurigai menyusun strategi penyerangan kericuhan di Mako Brimob kemarin. Personel polisi bersenjata melakukan sterilisasi area proses pemindahan napi teroris rutan Mako Brimob ke Nusakambangan di dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Desa Jambon, Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kaget bahwa salah satu warganya yang bernama Dita Siska Millenia ditangkap terkait kasus kerusuhan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kepala Desa Jambon, Kecamatan Gemawang Wardoyo di Temanggung, pada Minggu (13/5) membenarkan bahwa Dita adalah salah satu warganya.

Seperti diketahui polisi mengamankan terduga teroris perempuan atas nama Dita Siska Millenia dan Siska Nur Azizah yang sedang menyusun strategi penyerangan saat kericuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat kemarin.


Wardoyo menuturkan pada Sabtu (12/5) malam bahwa dirinya diberitahu petugas polisi bahwa Dita ditangkap di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Tentu saja kami kaget dengan penangkapan tersebut. Kami tidak mengira karena selama ini dia biasa-biasa saja, tidak ada yang mencurigakan," kata Wardoyo.

Ia menuturkan setelah lulus dari SD Jambon, Dita melanjutkan ke salah satu SMP di Malebo, Kecamatan Kandangan dan terakhir mengecap pendidikan di pondok pesantren Patean Kendal.

Wardoyo mengatakan Dita anak nomor dua dari pasangan Suwal dan Ari Suprapti yang sehari-hari hidup dari bertani.

Orang tua Dita, Suwal juga mengaku kaget dengan penangkapan putrinya tersebut.

"Selama di pondok pesantren dia pulang ke rumah setiap dua bulan sekali, tetapi juga pernah sampai enam bulan baru pulang. Kabar terakhir dia praktik mengajar di sebuah pondok pesantren di Majenang, Cilacap," kata Suwal.

Ia mengatakan setiap pulang ke rumah putrinya tidak pernah menunjukkan perilaku yang mencurigakan.

"Sekitar lima hari lalu dia memberi kabar lewat SMS ingin pulang, tetapi ternyata ada kabar penangkapan tersebut," kata Suwal.

(ard)