Dia mengatakan napi teroris di Rutan Mako Brimob tidak hanya dari satu kelompok, tapi beberapa sel yang selama ini berjuang sendiri-sendiri tanpa kordinasi.
"Saya yakin tidak semua yang di sana itu mendukung kerusuhan penyerangan aparat beberapa hari lalu. Yang angkatan sekarang itu sel-nya terpecah dan berjuang sendiri-sendiri tanpa kordinasi", ujar Tholut.
Tholut menambahkan bila pola "perang" yang dilakukan pelaku teroris saat inipun jauh berbeda dengan yang diterapkan oleh jaringannya beberapa tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tholut berpendapat penyerangan Rutan Mako Brimob disertai dengan pembunuhan anggota Polri dilakukan napi teroris yang terafiliasi kelompok ISIS.
Lihat juga:Dilema Penjara Khusus untuk Napi Teroris |
Sementara itu, tak semua napiter di Rutan Mako Brimob terafiliasi ISIS, sehingga kelompok inilah yang diyakini tidak mendukung adanya penyerangan.
Pernyataan Abu Tholut inipun senada dengan langkah operasi penanggulangan teroris di Mako Brimob.
Polisi meminta para tahanan dan napi teroris menyerahkan diri hingga Kamis (10/5) dini hari, dengan ultimatum akan diserbu aparat kepolisian.
Saat itu Polisi menyiapkan 800 hingga 1000 personel untuk mengepung 155 teroris yang ada menguasai tiga dari enam blok di Rutan Mako Brimob.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bila pihaknya tidak melakukan penyerbuan langsung karena menimbang tidak semua tahanan setuju dengan aksi serangan Selasa malam.