Polisi Evakuasi Jenazah Terduga Pelaku Bom Gereja Pantekosta

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Minggu, 13/05/2018 17:49 WIB
Polisi Evakuasi Jenazah Terduga Pelaku Bom Gereja Pantekosta Sejumlah sepeda motor terbakar sesaat setelah terjadi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). (ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT-Andy Pinaria)
Surabaya, CNN Indonesia -- Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polrestabes Surabaya mengevakuasi empat jenazah yang menjadi korban ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Raya Arjuna, Minggu (13/5).

Satu dari empat jenazah tersebut diduga merupakan pelaku bom bunuh diri.

"Evakuasi terhadap korban meninggal dunia baru bisa dilakukan karena menunggu olah TKP," ujar Kapolsek Sawahan Komisaris Polisi Dwi Eko saat ditemui Antara di lokasi kejadian.

Empat jenazah yang belum diketahui identitasnya tersebut diduga satu orang pelaku, dua orang petugas gereja dan satu orang lainnya pengendara yang kebetulan melintas di depan lokasi kejadian.


"Saat ini korban akan diautopsi dan ada enam jemaat lainnya yang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit," ucapnya.

Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan, termasuk evakuasi puing-puing puluhan sepeda motor yang hangus terbakar menggunakan kendaraan alat berat.

Polisi juga menggunakan kendaraan alat berat untuk mengangkat puing mobil yang diduga ditumpangi pelaku untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

"Mobilnya diidentifikasi jenis Avanza warna hitam. Petugas kepolisian sempat melihat mobil itu masuk dan langsung meledak. Polisi yang berjaga pagi tadi juga sempat terlempar, tapi tidak sampai terluka serius," ucap Rudi.

Pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta menggunakan bom yang dipasang di mobil Avanza. Pelaku ledakan tersebut berinisial D.

Dia bersama keluarganya meledakkan tiga gereja. Selain Gereja Pantekosta, dua gereja lain yang diledakan yakni Gereja Santa Maria, dan Gereja Kristen Indonesia.
(ugo/ugo)