Tak Takut Teror, Pengamanan Gereja Katedral Masih Wajar

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Minggu, 13/05/2018 23:05 WIB
Tak Takut Teror, Pengamanan Gereja Katedral Masih Wajar Suasana Gereja Katedral Jakarta, Minggu (13/5). (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Gereja Katedral Jakarta mengaku tidak menambah personel keamanan untuk menjaga rumah ibadah itu meski terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).

Koordinator Keamanan Gereja Katedral Jakarta Budi Sukaman menyebut saat ini terdapat kurang lebih 25 petugas keamanan yang berjaga di gereja Katolik berumur lebih dari 100 tahun itu.

"Untuk saat ini, kita masih biasa-biasa saja karena kita ingin memberi kesan kepada umat untuk tidak takut. Kita juga tidak ingin memberikan statement yang menakutkan," kata Budi kepada CNNIndonesia.com di Katedral, Jakarta, Minggu (13/5).


Petugas keamanan itu terdiri dari pasukan pengamanan dalam (pamdal) dan relawan pemuda katolik. Itu masih ditambah oleh 15 anggota Polsek Sawah Besar dan Koramil Sawah Besar.

Adapun ibadah misa harian di Katedral berlangsung setiap Senin sampai Sabtu pukul 06.00 dan 18.00 WIB. Sedangkan Ibadah Hari Minggu berlangsung enam kali setiap hari Minggu, yaitu pukul 06.00, 07.30, 09.00, 10.00, 17.00, dan 19.00 WIB.

Teror Bom Surabaya, Pengamanan Gereja Katedral Masih WajarSuasana Gereja Katedral Jakarta, Minggu (13/5). (CNN Indonesia/Mesha Mediani)

Berdasarkan pantauan di lokasi, jemaah Gereja Katedral tampak tenang beribadah di gereja yang berseberangan dengan Masjid Istiqlal itu. Mereka bahkan memadati area luar gereja karena keterbatasan kapasitas.

Biasanya, kata Budi, jemaah yang hadir tiap ibadah adalah sebanyak 500 sampai 1.500 orang. Budi pun mengutuk keras aksi peledakan tiga buah bom di tiga gereja berbeda di Surabaya pagi tadi.

"Tidak. Jangan sampai kita ikut takut atau terkesan takut karena itu yang diinginkan teroris," ujarnya.

Peristiwa serangan bom di tiga gereja berbeda di Surabaya sampai saat ini menelan 13 korban jiwa, dan melukai 41 orang. Bom pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel pada pukul 06.30 WIB.

Bom kedua meletup di Gereja kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB, disusul serangan bom ketiga di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pada pukul 07.53 WIB. (ayp/arh)