"Mari sejenak berdoa karena tragedi bom di Surabaya kemarin. Semoga yang meninggal diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan korban terluka segera sembuh dan kembali ke keluarga," kata Jokowi di JIExpo, Senin (14/5).
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan kepala desa berada di garda terdepan guna mengingatkan masyarakat Indonesia merupakan negara besar dengan keberagaman suku, agama, adat, dan bahasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemahaman ini diperlukan sehingga antarmasyarakat bisa saling menghargai dan menghormati sekaligus menjaga persatuan, perdamaian, dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lihat juga:Bom Kendaraan Serang Mapolrestabes Surabaya |
Peninjauan didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Di sana, ia menyatakan seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan pengecut seperti itu. Seluruh masyarakat diajak memerangi terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, luhur, ketuhanan dan kebhinekaan.
Sementara itu, serangan bom kembali terjadi di Sidoarjo pada Minggu malam. Pada Senin pagi ini sekitar pukul 08.50, serangan bom kembali terjadi di gerbang masuk Mapolrestabes Surabaya. (stu)