Terisolasi di TKP Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya

Feri Agus Setyawan, CNN Indonesia | Selasa, 15/05/2018 08:25 WIB
Terisolasi di TKP Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Garis polisi melintang di tiap sudut ruas jalan kawasan Mapolrestabes Surabaya. (Detikcom/Zaenal Effendi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah polisi dengan cekatan langsung memblokade ruas Jalan Merak, sesaat setelah terjadi ledakan bom bunuh diri di pintu Mapolrestabes Surabaya, sekitar pukul 08.50 WIB, Senin (14/5). Polisi langsung menghalau warga tak berkepentingan masuk ke ruas jalan tempat kejadian perkara (TKP).

Saat CNNIndonesia.com melewati blokade tersebut pun sempat ditanya seorang intelijen. Ketika memperlihatkan kartu identitas, polisi berpakaian bebas itu mempersilakan CNNIndonesia.com untuk masuk menuju Mapolrestabes Surabaya.

Namun, baru sampai Jalan Cendrawasih, beberapa polisi yang membawa senjata laras panjang tak memperbolehkan awak media untuk meliput lebih dekat lagi. Persis di perbatasan Jalan Merak dan Cendrawasih, kepolisian memasang blokade.


Petugas kepolisian lainnya, dengan menggunakan mobil patroli pun meminta masyarakat yang tidak berkepentingan segera meninggalkan wilayah Mapolrestabes Surabaya.

"Tolong perhatiannya, masyarakat yang tidak berkepentingan segera meninggalkan sekitar Polrestabes Surabaya," kata seorang polisi lewat pengeras suara.

Di dekat markas kepolisian Surabaya ini terdapat pula RS Bhayangkara Moh. Dahlan. Akses ke rumah sakit pun ditutup.

Setelah beberapa menit berada di Jalan Cendrawasih, CNNIndonesia.com kemudian bergerak ke Jalan Veteran, jalan utama yang berada tepat di depan Mapolrestabes Surabaya.
Terisolasi di TKP Bom Bunuh Diri Mapolrestabes SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini dievakuasi usai serangan bom di Mapolrestabes Surabaya. (REUTERS/Beawiharta)

Melewati Jalan Gatotan, terlihat sejumlah polisi berseragam dan berpakaian bebas di setiap sudut jalan. Beberapa polisi kembali bertanya. Saat menunjukkan kartu identitas, polisi tersebut langsung mempersilakan CNNIndonesia.com melewati blokade.

Setelah tiba di Jalan Veteran, ternyata pihak kepolisian telah mensterilkan jalan dari mulai perempatan Gedung Bank Indonesia sampai Jalan Jembatan Merah.

Aparat memasang 'police line' tepat di depan diler Yamaha. Itu lah batas awak media mengambil gambar di sekitar Mapolrestabes Surabaya.

Lokasi Mapolrestabes ini berada di kawasan 'kota tua' Surabaya dan tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Perak. Terlihat beberapa bangunan, di sekitar Jalan Veteran, memiliki arsitektur bergaya kolonial.

Bangunan berarsitektur kolonial di antaranya adalah Gedung AA Energy dan Gereja Bethany Indonesia Veteran.

Sejumlah perkantoran yang ada di sepanjang Jalan Veteran pun memilih tutup. Kepolisian juga meminta para pegawai yang bekerja di perkantoran untuk meninggalkan kantor masing-masing atau berada di dalam gedung.

Petugas keamanan BCA Setyo Budi mengatakan para pegawai berada di dalam sejak pagi tadi. Namun, lantaran kondisi Jalan Veteran yang ditutup total, tak ada nasabah bank yang datang.
Terisolasi di TKP Bom Bunuh Diri Mapolrestabes SurabayaKepolri Jenderal Tito Karnavian menjenguk korban bom Mapolresta Surabaya. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

Tak jauh dari Mapolrestabes Surabaya, terdapat pula Sekolah Katolik Frateran Angelus Custos. Pihak sekolah pun turut memulangkan para siswanya sesaat setelah terjadi ledakan bom bunuh diri. Kemudian siswa sekolah tersebut diliburkan sampai Senin (21/5) pekan depan.

Situasi di sekitar kawasan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, bak medan perang. Sejumlah ruas jalan yang ada di sekitar markas polisi itu ditutup menggunakan garis polisi maupun pembatas plastik.

Masyarakat yang hendak melintas Jalan Veteran dari arah Jalan Gatotan pun langsung dihalau petugas, untuk segera memutar balik. Sedikitnya terdapat dua polisi bersenjata laras panjang yang berjaga di pertigaan jalan tersebut.

Masyarakat biasa tak bisa bergerak bebas di lingkungannya sendiri. Ia harus memutar mencari jalan lain. Sampai sekitar pukul 16.45 WIB, Jalan Veteran masih steril dan ditutup untuk lalu lintas masyarakat umum.

Beberapa pejabat seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin terpantau mendatangi Mapolrestabes Surabaya.

Jasad empat terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya telah dievakuasi menggunakan mobil ambulans secara beriringan.
Terisolasi di TKP Bom Bunuh Diri Mapolrestabes SurabayaPolisi memeriksa setiap orang mencurigakan di wilayah Mapolrestabes Surabaya. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Jasad keempat terduga pelaku ini dibawa tak lama setelah Tito tiba di Mapolrestabes Surabaya, sekitar pukul 14.20 WIB.

Tito menyatakan bahwa pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya pada Senin pagi dilakukan oleh satu keluarga, yang diduga merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Pelakunya satu keluarga juga, sudah teridentifikasi, empat meninggal," kata Tito.

Menurut Tito, pelaku serangan bom menggunakan dua sepeda motor terpisah. Mereka terdiri dari pasangan suami istri dan tiga anak. Namun, kata dia, satu bocah itu terlempar dari sepeda motor saat terjadi ledakan. Dia kini jadi saksi kunci utama aksi serangan bom Mapolresta Surabaya. (gil)