Lukman mengatakan akibat hilal (bulan sabit muda pertama) tak terlihat hingga sidang isbat digelar petang tadi, maka awal Ramadan 1439 hijriah ditentukan mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Bulan Syaban saat ini kita genapkan, kita sempurnakan dengan cara ijtima menjadi 30 hari. Maka, malam hari ini adalah tanggal 30 Syaban, dengan demikian 1 Ramadhan 1439 hijriah jatuh pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2018," ujar Lukman membacakan hasil sidang isbat malam ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Memahami Hilal sebagai Penentu Awal Ramadan |
Lukman menyatakan dalam sidang isbat pihaknya menerima laporan terkait dua hal yakni posisi hilal pada petang tadi, serta laporan para pelaku rukyatul hilal di 95 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
"Posisi hilal dinyatakan bahwa posisi hilal di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk, yaitu berkisar antara minus 1 derajat 36 menit sampai dengan 0 derajat 2 menit," ujar Lukman.
Dengan ditetapkan awal Ramadan esok lusa, maka awal puasa tahun ini akan jatuh bersamaan dengan ormas Muhammadiyah yang sudah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei.
Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab atau perhitungan. Sementara pemerintah, selain metode hisab, juga memberlakukan metode rukyatul hilal atau pengamatan hilal langsung. (kid/asa)