Jamin Keamanan, Polri Pertahankan Siaga Satu Selama Ramadan

JNP, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 19:54 WIB
Jamin Keamanan, Polri Pertahankan Siaga Satu Selama Ramadan Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mabes Polri tetap memberlakukan status siaga satu untuk menjamin keamanan bulan Ramadan menyusul maraknya aksi terorisme dalam sepekan terakhir.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan status Siaga Satu ini kemungkinan akan diterapkan sampai H-7 hari Lebaran.

"Ya, kita tetap Siaga Satu untuk menjamin saudara-saudara umat muslim bisa menjalankan ibadah dengan tenang," kata Setyo di Mabes Polri, Rabu (16/5).


Status Siaga Satu sudah diberlakukan sejak Senin (14/5) atau sehari setelah rangkaian aksi bom bunuh diri terjadi di Surabaya.

Setyo menyebut Polri juga telah melibatkan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk menjaga keamanan bulan Ramadan. Setyo menambahkan saat melakukan penangkapan terorisme di Tangerang maupun di Palembang, Polri sudah melibatkan Kopassus.

"Kopassus sudah bekerjasama dengan Brimob di lapangan untuk melakukan penggerebekan terduga terorisme," kata Setyo

Lebih lanjut, Setyo mengimbau agar masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan. Setyo mengatakan masyarakat jangan memberikan ruang bagi orang untuk melakukan tindak kejahatan.

"Tentunya disertai kerja sama dengan masyarakat. Kalau mau tarawih, ya, rumahnya ditutup, kalau sahur pintunya jangan dibuka. Jangan memberikan kesempatan orang berbuat tindak pidana," imbau Setyo.

Jaminan keamanan selama Ramadan adalah permintaan Presiden Jokowi kepada Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Permintaan itu disampaikan Jokowi dalam sidang kabinet siang tadi. Jokowi menyatakan keamanan selama Ramadan penting agar umat muslim bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman. 

Dalam sepekan terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia diguncang serangan bom. Aksi teror pertama terjadi di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (12/5), disusul ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo pada malam harinya.

Selanjutnya, pada Minggu (13/5) pagi, aksi bom bunuh diri terjadi Mapolrestabes Surabaya dan hari ini lima orang teroris menyerang Mapolda Riau. (wis)