PA 212 Desak Pemerintah Putus Hubungan Diplomatik dengan AS

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 04:05 WIB
PA 212 Desak Pemerintah Putus Hubungan Diplomatik dengan AS Persaudaraan Alumni 212 meminta DPR untuk mendesak pemerintah agar memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat terkait pembukaan kedubes di Yerusalem. (Foto: CNN Indonesia/Rebeca Joy Limardjo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta DPR untuk mendesak pemerintah agar memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat lantaran telah memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Ketua PA 212 Slamet Maarif mengaku telah menyampaikan hal itu kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

"Kita minta DPR untuk mendesak pemerintah agar bersikap tegas kepada Amerika Serikat. Kalau diperlukan untuk menutup kedutaan atau menghentikan diplomatik itu lebih bagus," kata Slamet di Gedung DPR , Jakarta, Rabu (16/5).



Slamet mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam. Karenanya, pemerintah Indonesia patut bersikap lebih tegas terhadap pemerintah AS yang telah merugikan rakyat Palestina.

Terlebih, lanjut Slamet, Banyak pula warga Palestina yang meninggal dunia akibat bentrok dengan tentara Israel kala memprotes pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Diketahui, sedikitnya 55 warga Palestina meninggal dunia dan 2400 luka-luka akibat bentrok dengan tentara Israel di Jalur Gaza.

"Negara yang mayoritas penduduknya muslim maka harus respon yang keras. Harus konkret,"ujar Slamet.

Sebelumnya, Slamet juga mengatakan pihaknya berencana kembali menggelar aksi di depan kedubes AS di Jakarta dalam waktu dekat. Aksi tidak lagi dilakukan di Monas seperti pada 11 Mei lalu lantaran pemerintah AS tidak merespon tuntutan peserta aksi.

"Kemarin kan aksi di Monas enggak ada respon baik dari pemerintah mau pun oleh Amerika Serikat. Sekarang kita datangi ke rumahnya," ucap Slamet.


Sebelumnya, AS memindahkan kantor kedubes untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah tersebut diprotes keras oleh warga Palestina.

Warga Palestina memprotes pembukaan kedutaan AS di Yerusalem, di tengah peringatan 70 tahun Hari Nakba, atau "Hari Bencana" yang menandai dimulainya penjajahan Israel terhadap warga Palestina. Ratusan warga Palestina yang terusir dari rumah-rumahnya di Yerusalem tak dapat kembali hingga kini.

Walhasil, bentrokan sengit terjadi antara warga Palestina dengan tentara Israel di Jalur Gaza. Sedikitnya 55 warga Palestina tewas dan 2.400 luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Selain mengencam, Indonesia juga meminta Dewan Keamanan PBB segera bersidang untuk mengambil langkah dan melakukan investigasi internasional secara independen, agar semua pelaku bertanggung jawab atas tindakan kekerasan terhadap warga Palestina tersebut. (rah/rah)