PDIP Sindir Gerindra, Prabowo Harusnya Deklarasikan Cawapres

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 15:35 WIB
PDIP Sindir Gerindra, Prabowo Harusnya Deklarasikan Cawapres Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno menyindir pernyataan Gerindra yang hendak mengumumkan calon wakil presiden Prabowo Subianto setelah Joko Widodo mengumumkan nama cawapres.

Kata Hendrawan, seharusnya Prabowo yang lebih dulu mengumumkan cawapres.

Handrawan mengibaratkan pertarungan Jokowi dan Prabowo dengan pertandingan olahraga catur. Ia mengatakan bahwa Jokowi yang berstatus sebagai juara bertahan berhak untuk mendapatkan tempat kehormatan ketimbang Prabowo.


"Apa enggak kebalik, harusnya Prabowo dulu. Kalau dalam permainan catur, juara bertahan bisa memilih bidak putih atau bidak hitamnya. Kalau dalam pertandingan sepak bola, juara bertahan mendapat tempat kehormatan, tidak bertanding dalam kualifikasi," kata Hendrawan di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5).

"Jadi artinya mestinya challenger [Prabowo] ini yang menentukan paslonnya dulu," tambah Hendrawan.

Selain itu, Hendrawan mempersilakan koalisi pengusung Prabowo untuk mendeklarasikan cawapresnya jika yakin telah memenuhi Presidential Treshold (PT) sebesar 20 persen sebagai syarat untuk memajukan pasangan capres,cawapres.

Ia lantas membandingkan kekuatan koalisi Jokowi yang sudah memenuhi PT karena sudah mendapatkan dukungan lima parpol yang mendapatkan kursi di parlemen.

"Itu harapan yang semu, harapan semu. Silakan saja, itu sebabnya pidato ketum Megawati di apel siaga Solo jelas sekali. Silakan kalau ada yang deklarasikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Desmond mengatakan bahwa Gerindra dan PKS masih menunggu momentum untuk mendeklarasikan tokoh yang bakal menjadi cawapres Prabowo.

Salah satu momentumnya, mereka menunggu koalisi parpol pengusung Jokowi mengumumkan terlebih dulu siapa cawapresnya.

"Masa kita duluan mendeklarasikan, tapi pak Jokowi belum, kan, jelas dari statement-nya pak Prabowo setelah pak Jokowi mengumumkan siapa cawapresnya," ungkap Desmond.
(ugo)