Fadli Zon Anggap Daftar 200 Mubalig Kemenag Bentuk Kekonyolan

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Senin, 21/05/2018 12:46 WIB
Fadli Zon tak melihat urgensi di balik terbitnya daftar 200 nama mubalig rekomendasi Kemenag dan menyebut para mubalig itu sebagai 'ulama plat merah'. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik daftar mubalig yang dibuat Kemenag. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Kementerian Agama mencabut rilis daftar 200 nama penceramah (mubalig) yang direkomendasikan bagi masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kekonyolan yang dilakukan oleh Kemenag.

"Sebaiknya itu dicabut, lah. Itu kekonyolan yang tidak perlu," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/5).


Fadli menuturkan tidak ada urgensi  menerbitkan kebijakan rekomendasi nama mubalig bagi masyarakat. Kebijakan itu, kata dia, justru menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.

Ia berkata kebijakan itu memecah masyarakat. Sebagian masyarakat, kata Fadli, menilai mubalig pilihan Kemenag merupakan ulama 'plat merah'.

"Istilah dulu itu ada ulama plat merah, ada yang bukan. Walalupun saya tahu di antara 200 itu juga banyak yang bagus. Tetapi di luar itu juga banyak yang bagus," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai kebijakan Kemenag sangat tidak adil karena hanya mengklasifikasikan mubalig. Padahal ia menyebut ada banyak agama di Indonesia.

"Kenapa mubalig saja. Konteksnya, kan, tokoh-tokoh umat tidak hanya muslim saja," ujar Taufik di Gedung DPR, Jakarta.

Politisi PAN ini juga menilai Kemenag tidak transparan dalam menyeleksi 200 nama mubalig tersebut. Ia lalu mempertanyakan indikator yang digunakan Kemenag dalam memilah mubalig.

Sikap tertutup dan sepihak pemerintah itu memperlihatkan tendensi dan memecah masyarakat.

"Ini blunder sekali. Saya harapkan ini dicabut. Terus terang ini sangat merisaukan," ujarnya.

Kemenag pada Jumat pekan lalu merilis daftar 200 nama penceramah atau mubalig yang direkomendasikan bagi masyarakat. Penerbitan daftar penceramah itu karena meningkatnya permintaan rekomendasi dari masyarakat. ada permintaan yang semakin meningkat dari masyarakat terkait  

"Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti dikutip dari situs Kementerian Agama , Jumat (18/5) petang.

Beberapa nama yang masuk daftar di antaranya adalah Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Abdul Moqsith Ghozali, Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Emha Ainun Najib (Cak Nun), Didin Hafidhuddin, Haedar Nasir, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Dedeh Rosidah (Mama Dedeh).

Namun terdapat sejumlah penceramah terkenal yang tak masuk daftar itu, di antaranya Ustaz Abdul Somad dan Rizieq Shihab.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan daftar mubalig itu bukan untuk memilah-milah mana juru dakwah yang boleh berceramah dan mana yang tidak boleh berceramah. (wis/wis)