Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap dengan 200 nama ulama atau mubalig itu bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses para penceramah yang dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Monggo, 200 monggo, tetapi jangan membatasi yang lain. Ini langkah yang membuat terbelah, ini lahan yang justru menimbulkan terorisme tumbuh subur," cetus dia, di Jakarta, Sabtu (19/5).
Pimpinan FPI Rizieq Shihab, di Jakarta, 28 February 2017, salah satu ulama yang disarankan PBNU untuk ikut dilarang Kemenag. (REUTERS/Beawiharta) |
Pengamat Sosiologi Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun menyampaikan bahwa daftar 200 nama mubaligh memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dengan kata lain, secara sosiologis pemerintah memicu kegaduhan di tengah masyarakat beragama muslim.
Ubedillah menilai daftar nama yang dikeluarkan Kemenag terkesan terburu-buru sebagai efek rentetan aksi bom belakangan ini.
"Sepertinya itu [aksi teror] salah satu faktor [pendorong]-nya," kata Ubedillah saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Senin (21/5).
"[Daftar ini] memicu pertanyaan tentang [kenapa] daftar pendeta dan biksu yang berwawasan kebangsaan kok tidak diumumkan?" kata Ubedillah.
Meksipun namanya masuk daftar 200 mubalig yang dikeluarkan Kemenag, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Danhil Anzar yang menilai 200 nama tersebut menjadikan perpecahan di antara ulama.
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (baju putih), di Jakarta, Senin (22/1). (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor) |
"[Daftar] ini cenderung mengakibatkan pecah-belah antara mubalig itu sendiri," kata Danhil saat dihubungi CNNIndonesia. com, Senin (21/5).
Selain perpecahan diantara mubalig, perpecahan juga bisa terjadi di kalangan umat muslim lainnya. Sebab, diprediksi akan ada kecurigaan dari umat kepada ulama.
"Saran saya kepada Kemenag terhadap putusan yang saya anggap keliru itu, dianulir saja keputusan tersebut dan tidak perlu ditambah daftarnya,"kata Danhil.
"Jadi tidak membuat kebijakan yang kontraproduktif, yang justru berdampak terhadap perpecahan umat itu sendiri dan muncul fitnah di mana-mana yang tidak baik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Danhil.
Namun demikian, Ubedillah Badrun menyarankan kepada masyarakat untuk tidak terlalu reaktif terhadap daftar Kemenang itu. Sebab, sikap reaktif hanya akan menciptaan kegaduhan di bulan suci Ramadhan tahun ini. (arh/sur)
Pimpinan FPI Rizieq Shihab, di Jakarta, 28 February 2017, salah satu ulama yang disarankan PBNU untuk ikut dilarang Kemenag. (
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (baju putih), di Jakarta, Senin (22/1). (