Menteri Agama Sebut Daftar Mubalig Bukan untuk Batasi Ceramah

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Minggu, 20/05/2018 15:48 WIB
Menteri Agama Sebut Daftar Mubalig Bukan untuk Batasi Ceramah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan daftar 200 nama mubalig itu bisa berubah di kemudian hari. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agama telah merilis daftar 200 nama mubalig. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan daftar mubalig itu bukan untuk memilah-milah mana juru dakwah yang boleh berceramah dan mana yang tidak boleh berceramah.

Dia mengatakan daftar mubalig itu dirilis dalam rangka menjawab pertanyaan masyarakat terkait mubalig yang bisa berceramah di musala, masjid maupun tempat pengajian.

"Bukan (memilah) itu tujuannya. Ini semua dalam rangka memenuhi harapan dan permintaan dari masyarakat," kata Lukman di Jakarta, Sabtu (19/05), seperti dikutip di situs resmi Kemenag.



Dia mengatakan selama ini pihaknya sering dimintai rekomendasi mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan di masyarakat. Permintaan itu menurutnya semakin meningkat sehingga Kemenag merasa perlu merilis daftar nama mubalig.

Lukman mengatakan nama-nama mubalig itu bisa berubah di kemudian hari sesuai masukan dari tokoh ulama dan ormas Islam. Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini berharap masyarakat bisa memanfaatkan ilmu para mubalig itu.

"Ini daftar yang sangat dinamis dan akan senantiasa mengalami updating dan perubahan penambahan," kata Lukman.

Dia menjelaskan ada tiga hal yang dicermati saat menentukan nama-nama mubalig tersebut. Pertama, mereka harus betul-betul mumpuni dalam arti menguasai secara mendalam dan luas tentang substansi ajaran Islam.


Kedua, mereka harus memiliki pengalaman yang cukup besar sebagai penceramah. Ketiga, para mubalig itu juga harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap kebangsaan.

"Atas dasar itulah kami merilis 200 nama pencermah tersebut. Yang harus menjadi catatan kita semua adalah bahwa ini adalah rilis yang pertama dan bukan satu-satunya," ujar Lukman.

Menanggapi rilis tersebut, Ketua PBNU Marsudi Syuhud meminta Kemenag untuk transparan dalam menyeleksi nama mubalig. Hal itu untuk menghindari pro dan kontra di masyarakat terkait penceramah yang namanya tak masuk daftar rekomendasi.

Sementara Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Yunahar Ilyas menilai rekomendasi nama mubalig oleh Kemenag berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan ulama.
(pmg)