Saat ditanya pewarta mengenai hal tersebut Rizal menjawab penentuan capres biasanya dilakukan beberapa jam sebelum masa pendaftaran ditutup. Diketahui batas waktu pendaftaran capres jatuh pada 4 Agustus 2018 mendatang.
Mantan Kepala Badan Urusan Logistik ini bahkan membandingkan situasinya dengan pencalonan Joko Widodo di bursa Calon Gubernur DKI Jakarta 2012 silam.
rizal
Lihat juga:Indonesia jadi Pasien Malpraktik IMF |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah komunikasi sama ketua partai, belum waktunya itu kan proses, Indonesia biasanya soal begini (Capres) ditentukan beberapa jam terakhir," terang Rizal.
Namun, Hendri bilang peluang Rizal untuk dipinang parpol masih terbuka. Hendri mengatakan Rizal kemungkinan bakal menempati posisi calon wakil presiden (cawapres) bukan capres.
Pasalnya, menurut dia beberapa parpol masih membutuhkan sosok cawapres seperti, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa parpol lainnya.
"Ini parpol yang masih cari calon untuk cawapres lah Partai Gerindra, PKS, PAN, ini masih buka kemungkinan," terangnya.
Selain itu, dia bilang elektabilitas Rizal sebagai calon alternatif cukup besar. Ia menempati posisi kedua dengan elektabilitas 23,9 persen di bawah mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo yang sebesar 27,4 persen suara berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Kedai Kopi. (lav)