Kronologi Hitler Dikeroyok karena Meme Rizieq dan Amien Rais

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 20:18 WIB
Kronologi Hitler Dikeroyok karena Meme Rizieq dan Amien Rais Anggota fraksi Demokrat DPRD Karawang Hitler Nababan dikeroyok gara-gara membuat meme yang menyindir Rizieq Shihab dan Amien Rais. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota DPRD Kabupaten Karawang bernama Hitler Nababan babak belur dikeroyok sejumlah orang. Penyebabnya adalah dia dituduh menghina Imam Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Shihab dan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais melalui sebuah meme.

Sebagaimana dilansir Antara, Selasa (22/1), Hitler yang merupakan kader Partai Demokrat mulanya mengirim meme ke dalam grup khusus aplikasi WhatsApp DPRD Karawang. Kiriman Hitler itu kemudian tersebar ke masyarakat umum, dan kemudian membuat marah kelompok Islam di Karawang.

Lantas kelompok masyarakat yang tergabung dalam berbagai elemen mendatangi gedung DPRD Karawang. Saat itu akan dilakukan dialog terkait permasalahan tersebut.



Tiba-tiba ada beberapa orang yang emosi setelah melihat keberadaan Hitler Nababan. Mereka merangsek sehingga terjadi aksi pengeroyokan sampai akhirnya Hitler mengalami luka-luka di bagian wajahnya.

Beberapa saat kemudian, Hitler Nababan diamankan ke sebuah ruangan di gedung DPRD Karawang, dikawal beberapa anggota Satpol PP setempat.

Situasi mulai kondusif saat aparat kepolisian setempat datang ke lokasi kejadian. Kini kasus pengeroyokan itu ditangani Polres Karawang.

Usai kejadian itu, sejumlah anggota DPRD Karawang dari Partai Demokrat menyayangkan aksi pengeroyokan tersebut.


"Padahal saat itu Hitler hadir untuk menyampaikan permohonan maaf," kata Pendi Anwar, salah seorang kader partai Demokrat.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya mengakui kejadian pengeroyokan itu. Menurut dia polisi membawa empat pria diduga menghajar Hitler. Hanya saja polisi tetap mendahulukan proses mediasi para pihak yang berselisih.

"Saat ini empat orang kita amankan di Polres. Sedang kita periksa. Jika ditemukan adanya tindak pidana dan ada laporan dari pihak korban, baru akan tentukan proses hukum selanjutnya," kata Slamet.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean menyesalkan insiden itu. Dia menyatakan bakal mendampingi tetapi juga tidak membela Hitler lantara dianggap melanggar aturan.


"Kami menyesalkan peristiwa ini terjadi dan juga menyesalkan kader kami melakukan hal tersebut karena partai ini selalu sampaikan partai nasionalis-religius," ujar Ferdinand.

Ferdinand mengatakan mediasi antara Hitler dengan pihak yang merasa tersinggung itu bakal dipimpin oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Karawang yang juga Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. (ayp/gil)