Biaya Pembangunan LRT Jakarta Fase Kedua Capai Rp8,5 Triliun

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 18:39 WIB
Dana LRT Rp8,5 triliun akan digunakan untuk membangun delapan hingga sepuluh stasiun yang menghubungkan Velodrome Rawamangun ke Blok G Tanah Abang. Biaya investasi pembangunan moda transportasi kereta ringan atau light rapid transit (LRT) Jakarta fase kedua ditaksir mencapai US$600 juta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Biaya investasi pembangunan moda transportasi kereta ringan atau light rapid transit (LRT) Jakarta fase kedua ditaksir mencapai US$600 juta atau sekitar Rp8,5 triliun (kurs 14.200).

Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi menyampaikan angka ini masih akan dibicarakan dengan investor yang nantinya bekerja sama dengan Jakpro dan Pemprov DKI Jakarta.

"Antara US$500 sampai US$600 juta, ini adalah untuk 11,8 kilometer angka ini kemahalan atau tidak kemahalan tergantung dari investor," ucapnya saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/5).



Satya mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk membangun delapan hingga sepuluh stasiun yang menghubungkan Velodrome Rawamangun ke Blok G Tanah Abang.

Ditemui terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengucapkan dana investasi ini tak akan sepenuhnya dikeluarkan dari kocek Pemprov DKI Jakarta.

Investasi LRT fase kedua akan menggunakan skema kemitraan pemerintah dan badan usaha (KPBU). Nantinya Pemprov DKI Jakarta akan dibantu tujuh investor lainnya.

"Sudah diputuskan fase kedua kita launching dengan skema solicited KPBU, kemitraan pemerintah dan badan usaha. Kita ingin badan usaha terlibat, dan untuk ini kita buka prosesnya," kata Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta.


Sandi menyebut LRT fase kedua akan diuji publik pada Juni mendatang. Nantinya Pemprov DKI Jakarta akan mendengar masukan dan menerima tawaran dari pihak swasta.

Satya menambahkan pihaknya menargetkan bisa menyelesaikan penandatanganan kontrak dengan investor di akhir 2018.

"Berharap akhir tahun ini kita melakukan kontrak pada investor, sehingga selambat-lambatnya Mei, paling cepat Maret kita sudah bisa mulai membangun. Proses lelang harus tahun ini," tutur Satya.

Pemprov DKI Jakarta lewat BUMD PT Jakpro telah melaksanakan pembangunan LRT fase pertama sejak 2016. Rencananya pembangunan LRT tahap satu akan rampung sebelum gelaran Asian Games 2018.


Pada fase pertama, untuk rute Kelapa Gading-Velodrome sejauh 5,8 kilometer dibutuhkan anggaran Rp6,8 triliun.

Anggaran ini menuai kritik dari DPRD. Biaya Rp1 triliun setiap pembangunan satu kilometer dinilai kemahalan. DPRD pun berencana membentuk pansus LRT untuk mengawal LRT fase kedua.

"Kalau biayanya tinggi, maka ongkos naik LRT-nya pasti tinggi. Kalau ongkos naik LRT tinggi, subsidi PSO-nya (Public Service Obligation) itu pasti tinggi," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/4). (pmg)