Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Probolinggo

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 17:19 WIB
Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Probolinggo Penangkapan terduga teroris di Probolinggo. (CNN Indonesia/Kurniawan Dian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Polres Kota Probolinggo kembali menangkap satu orang terduga teroris berinisial WDP (35) di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (31/5) dini hari.

WDP merupakan terduga teroris ke-10 yang diamankan oleh tim Densus 88. Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan yakni sebuah busur beserta anak panah yang diduga digunakan untuk latihan, sebuah laptop dan ponsel, senapan angin beserta telescop, dan 2 buku tabungan bank swasta.

Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan pihaknya mendampingi Densus 88 untuk menggeledah dan mengamankan terduga teroris.



Menurutnya, penangkapan WDP merupakan pengembangan hasil penyidikan dari empat terduga teroris yang sebelumnya sudah ditangkap lebih dulu di empat lokasi yang berbeda di Kota Probolinggo.

"Terduga teroris WDP ini masih satu kelompok dengan 5 tersangka teroris yang diamankan di Perum Sumber Taman Indah tempo hari," kata Alfian, Kamis (31/5).


Alfian menjelaskan dalam kesehariannya, WDP dikenal sebagai ahli reparasi telepon genggam dan membuka gerai menjual perlengkapan handphone dan reparasi.

"Diduga ia ahli dalam merakit elektronik, karena ia ahli servis ponsel," tambah Alfian.


Singgih Wijanarko, tetangga terduga teroris, mengaku WDP jarang sekali membaur dengan warga sekitar dan hanya fokus dengan usaha reparasi ponselnya tersebut.

"Saya terus terang kaget mas, ternyata ia terduga teroris, pantesan ia jarang sekali membaur dengan warga, saya dulu pernah memergoki dirumahnya mengadakan pengajian yang datang orang-orang bercadar dan berjenggot," katanya.


Sebelumnya Densus 88 menangkap empat terduga teroris di Probolinggo, Jawa Timur.

Keempat terduga teroris yang diamankan di Probolinggo rata-rata berusia paruh baya. Mereka adalah AS (54) warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces; KL (52) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Maron; BI (49) warga Desa Pengalangan Kidul, Kecamatan Maron; dan KS (42) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Maron. (dik/DAL)