Menhub Klaim Kenaikan Tarif Angkutan Mudik dalam Batas Normal

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Minggu, 03/06/2018 18:48 WIB
Menhub Klaim Kenaikan Tarif Angkutan Mudik dalam Batas Normal Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan operator boleh menaikkan ongkos sesuai batas atas, tetapi harus tetap terjangkau masyarakat. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan harga tiket moda transportasi seperti kereta api, bus dan pesawat tetap normal selama arus mudik Lebaran 2018. Budi mengatakan hal tersebut menyusul adanya kabar harga tiket penerbangan rute Jakarta-Surabaya naik hingga Rp4 juta.

"(Sudah) Saya cek, tiket (semua moda transportasi) tak ada yang naik, relatif tarif yang normal. Dari Soekarno-Hatta, dari bus, kereta, enggak ada yang tinggi," kata Budi usai meninjau Bandara Soekarno-Hatta, Terminal Bus Pulo Gebang, dan Stasiun Kereta Api Gambir, pada Minggu (3/6).

Budi mengatakan pemerintah telah menetapkan batas atas tarif moda transportasi pesawat di tiap-tiap rute penerbangan. Berdasarkan ketentuan pemerintah, rute Jakarta-Surabaya dipatok sebesar Rp1,3 juta.



"Tadi saya cek di Soekarno-Hatta dari Jakarta ke Padang Rp800 ribu, tadi saya di Pulogebang tarif bus dari Jakarta ke Slawi Rp80 ribu, tadi di Gambir Jakarta ke Klaten Rp600 ribu. Enggak ada yang naik," ujarnya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu lantas meminta anak buahnya menindak para operator dan agen penyedia tiket transportasi yang menaikkan harga sepihak.

Ia mengatakan operator maupun agen berhak mengenakan tarif sesuai batas atas, tetapi harus menetapkan harga yang wajar dan terjangkau bagi masyarakat.

"Saya juga meminta operator kereta api, operator bandara dan operator bus jangan kebanyakan ambil untung," kata Budi.


Selain itu, Budi mengatakan secara umum semua bandara, terminal bus dan stasiun kereta api di Indonesia sudah siap mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Semua pemangku kepentingan, kata Budi, sudah menjalankan prosedur tetap yang setiap hari terus dilakukan pengamatan dan pengawasan.

"Mudik dan balik Lebaran tahun lalu sudah baik dan target tahun ini harus lebih baik. Untuk itu semua butuh perencanaan dan koordinasi," katanya. (ayp)