"Maksimal pada akhir tahun ini dengan keamanan super maksimum, dengan kapasitas 520 orang," katanya usai melakukan kebaktian di GKI Jalan Diponegoro, Surabaya, Minggu (3/6) seperti dikutip dari Antara.
Yasonna mengemukakan, selain di Nusakambangan pembangunan rutan dengan keamanan super maksimal juga dilakukan di Cikeas, yang pembangunannya pada 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada 23 Mei lalu, Presiden RI Joko Widodo memperkirakan penambahan lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan pengamanan maksimal di Nusakambangan selesai dalam empat bulan.
Hal ini disampaikan menyikapi permintaan penambahan lapas sekaligus rumah tahanan (rutan) dengan pengamanan dan pengawasan maksimal bagi narapidana, terpidana, atau tersangka pidana terorisme.
Usulan ini disampaikan langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat terbatas di Kantor Presiden beberapa hari sebelumnya.
Ajakan Yasonna pada Jemaat Gereja Korban Teror Bom
Dalam kesempatanya di gereja yang menjadi satu dari tiga sasaran teror bom Surabaya, Yasonna juga mengajak seluruh jemaat yang ada di gereja tersebut untuk saling memaafkan. Pasalya seluruh ajaran agama diajarkan untuk saling memaafkan.
"Perbedaan yang ada di Indonesia ini jangan digunakan untuk menimbulkan perpecahan, tetapi jadikan sebagai kekuatan," ujarnya.
Selain itu, kepada oknum yang pemikirannya masih sempit mari didoakan bersama supaya mereka tersadarkan ke jalan yang benar.
"Intinya jangan ada lagi dendam, jangan ada permusuhan karena agama mengajarkan untuk saling memaafkan. Bahkan, ibu dua anak yang menjadi korban juga sudah memaafkan," katanya.
Sementara itu, salah seorang jemaat gereja Joshua Poli mengatakan, sampai saat ini masih ada jemaat yang merasa trauma dengan kejadian pelaku bom bunuh diri tersebut.
"Oleh karena itu, pendampingan masih terus dilakukan, supaya para jemaat ini kuat dalam menghadapi musibah itu," ujarnya. (antara/kid)