"Supaya sudah bisa tahun ini. Kalaupun molor dikit, enggak apa-apa. Sekarang kan banyak yang sudah ada di daerah, banyak yang harus kita geser ke dalam semua dan ada penangkapan-penangkapan baru pasca Mako dan pasca Surabaya," kata Yasonna di kompleks parlemen, Senin (4/6).
Yasonna menyatakan Lapas Karanganyar memiliki tingkat pengamanan maksimum, sebagaimana Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu di Nusakambangan. Sebab Lapas Karanganyar diperuntukkan bagi napi berisiko tinggi. Penjara itu dilengkapi dengan 24 kamera pengawas dan alat pengacau sinyal (jammer), sehingga, komunikasi dengan ponsel sulit dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lapas Karanganyar berkapasitas 520 penghuni. Tidak hanya untuk napi terorisme, Yasonna menyebut napi kasus berskala besar lain seperti gembong narkoba kelas kakap juga bisa dijeblokas ke penjara itu. Namun, mereka ditempatkan terpisah.
"Kalau yang mau kita bangun dan mudah-mudahan selesai tahun ini. Itu memang keluar saja sudah pakai body sensor. Jadi itu sistem IT-nya sangat baik," ujarnya.
Terkait anggaran, Yasonna menyebut Kementerian Keuangan telah menyetujui biaya pembangunan lapas yang menelan lebih dari Rp150 miliar itu.
"Sudah, sudah. Kan mula tahun 2016, Rp50 miliar. Mula-mula pematangan lahan, tambah Rp50 miliar. Tahun ini tambah Rp150 miliar," ujarnya. (ayp)