Keinginan tersebut menurut Jokowi wajar dan sudah sepatutnya mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.
"Kita berharap UIII benar-benar jadi pusat penelitian peradaban Islam di negara kita Indonesia. Sudah sewajarnya, sepantasnya, Indonesia jadi rujukan kemajuan peradaban Islam di dunia," kata Jokowi di Cimanggis, Depok, Selasa (5/6), sebelum meletakkan batu pertama sebagai peresmian pembangunan kampus UIII.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di lihat dari sisi desain, futuristik. Ilmu melihat ke depan bukan ke belakang. Baik dari sisi desain, tata ruang, kampusnya, ini betul-betul kampus masa depan," ucapnya.
Presiden bercerita awalnya ia menghendaki kampus ini dibangun di atas lahan seribu hektare sebagai bentuk keseriusan pemerintah menjadikan Indonesia pusat kajian peradaban Islam.
Namun, ia menyadari lahan seluas itu tak mudah didapatkan di Pulau Jawa. Idenya membangun di luar Jawa, kata Jokowi, ditolak anggota tim.
"Ternyata dapat lahan 142 hektare, jauh dari 1000 hektare. Tapi saat saya lihat di lapangan tadi, 142 juga luas. Alhamdulillah. Saya enggak bayangkan kalau dapat 1.000 ha," tutur mantan Wali Kota Solo ini.
"Kami berharap ide-ide yang ada ini bisa mempercepat hadirnya kesejahteraan umat bagi seluruh masyarakat Indonesia yang mewujudkan negeri yang baldatun toyyibatun wal ghofurrur rahim," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyatakan UIII hanya memiliki program Postgraduate Magister (S2) dan Doktoral (S3).
Lihat juga:Melihat dari Dekat Rumah VOC Cimanggis |
Mata kuliah lainnya yang menyusul seperti Humaniora, Ilmu‐ilmu Sosial, Sains dan Teknologi, Ekonomi dan Keuangan, Pendidikan, serta Applied dan Fine Arts. (wis)