Charta Politika: Pilihan Cawapres Bukan Hal Utama Buat Jokowi

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 07/06/2018 09:04 WIB
Charta Politika: Pilihan Cawapres Bukan Hal Utama Buat Jokowi Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pilihan bakal calon Wakil Presiden (cawapres) dianggap bukan hal utama dalam pemenangan petahana di pemilu 2019, Presiden Joko Widodo. Faktor peningkatan kepuasan publik atas hasil kerjanya menjadi yang terpenting.

Terlebih, belum ada figur cawapres yang bisa mendongkrak elektabilitas Jokowi secara signifikan.

"Bagi incumbent, faktor utama bukan lah siapa cawapresnya, tapi tingkat kepuasan publik," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, di Jakarta, Rabu (6/6).


Sementara, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Jokowi-JK, berdasarkan survei di Banten, adalah 57,4 persen.

"Kalau tingkat kepuasan publik di bawah 60 persen, biasanya incumbent bisa dikatakan tidak punya peluang kuat untuk menang kembali. Di Banten, sisi kepuasan publiknya hanya 57,4 persen. Belum lagi faktor emosional seperti agama atau manajemen isu," kata Yunarto.

Pihaknya pun menyebut pengaruh cawapres tetap ada bagi Jokowi. Terutama dalam hal kemampuan untuk mempermudah mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam menangkal isu-isu anti-Islam atau antikelompok tertentu.

Presiden Joko Widodo (kiri) dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan), di Jakarta, 2016.Presiden Joko Widodo dan mantan Panglima TNI Jenderal purnawirawan Gatot Nurmantyo (kanan), di Jakarta, 2016. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Berdasarkan survei Charta Politika, muncul tiga nama umum yang kerap dipilih responden untuk mendampingi Jokowi.

Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, dan Anies Baswedan.

"Dari sisi latar belakang, mungkin paling tepat adalah Anies. Ketika dia satu-satunya orang sipil yang punya elektabilitas tinggi sebagai cawapres Prabowo," ujar Yunarto.

Namun, nama politikus Mahfud MD ikut masuk dalam dua besar cawapres pilihan responden Jawa Tengah untuk mendampingi Jokowi.

Nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga masuk dalam tiga besar cawapres pilihan responden Jawa Barat untuk mendampingi Jokowi.

Kemudian, nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar masuk dalam tiga besar pilihan responden untuk cawapres Jokowi di Jawa Timur.

"Tetapi sebetulnya mereka berada ada pada tataran yang sama, belum menjadi sosok yang bisa mendongkrak Jokowi dan bisa memberikan kemenangan," ungkap Yunarto.

Survei ini dilakukan di Banten dengan 800 responden (margin of error 3,46%), Jawa Barat 1200 responden (margin of error 2,83%), Jawa Tengah 1200 responden (margin of error 2,83%) dan Jawa Timur 1200 responden (margin of error 2,85%), pada 23-29 Mei.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (10/3).Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (10/3). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Hal itu berbeda dengan bakal capres penantang, yakni Prabowo Subianto. Menurut Yunarto, faktor cawapres penting bagi Prabowo karena dia tidak memiliki modal berupa angka kepuasan publik.

"Sehingga, untuk penantang siapa yang menjadi cawapres itu menjadi sangat berpengaruh terhadap elektabilitas," kata dia.

Cawapres yang ideal bagi penantang, menurut Yunarto, adalah yang memiliki efek komplementer. Berdasarkan survei pihaknya di empat provinsi itu, cawapres bagi Prabowo selalu didominasi oleh nama Gatot, AHY, dan Anies.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan Jokowi sudah bersiap menentukan bakal cawapresnya.


"Tentunya sekarang beliau [Jokowi] sudah punya ancar-ancar. Siapa orangnya? Beliau yang tahu," ujar dia, di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (6/6).

Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, 25-31 Maret, nama cawapres unggulan bagi Jokowi di antaranya adalah AHY (16,3 persen), Anies (13 persen), Gatot (7 persen), Menteri Keuangan Sri Mulyani (6,1 persen), dan Mahfud MD (5 persen).

Sementara, tingkat kepuasan terhadap kerja Jokowi mencapai 71,3 persen, dan yang menyatakan tidak puas sebanyak 27,3 persen responden. (arh/pmg)


BACA JUGA