Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan saat ini lembaga advokasi Gerindra sedang mempelajari pernyataan di berbagai media yang disebut dari Nurruzzaman.
Habiburokhman pernyataan Nuruzzaman berisi fitnah yang teramat keji terhadap pengurus dan institusi Partai Gerindra antara lain mengatakan Gerindra corong kebencian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habiburokhman mengatakan jika tenggat waktu tersebut diabaikan Gerindra akan menggunakan hak hukum untuk melaporkan secara pidana dan menggugat secara perdata.
Nuruzzaman mundur dari jabatannya sebagai Wasekjen Partai Gerindra karena kecewa atas manuver politik Gerindra, termasuk yang dilakukan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
Ia mengaku kecewa dengan sindiran Zon pada Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya yang hadir dalam Forum Global Yahudi Amerika di Yerusalem.
Kekecewaan itu disampaikan Nuruzzaman lewat sebuah surat terbuka, yang juga dibaca CNNIndonesia.com.
Nuruzzaman juga mengaku bahwa dirinya kcewa ketika pengurus Gerindra liar ikut menari di atas isu SARA saat proses Pilkada DKI Jakarta 2017. Atas dasar itu, sambung Nuruzzaman, dirinya sudah memiliki keinginan mundur sejak Desember 2017.