Politikus Demokrat: Pembekuan Akun Twitter Terkait Penguasa

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 11:51 WIB
Politikus Demokrat: Pembekuan Akun Twitter Terkait Penguasa Ilustrasi Twitter. Akun @LawanPolitikJKW dibekukan oleh Twitter. (AFP PHOTO / DAMIEN MEYER)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menuding pembekuan akun Twitter-nya, @LawanPolitikJKW, berdasarkan permintaan pihak-pihak terafiliasi Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Ia menyatakan dugaan tersebut lahir lantaran akun miliknya mencuitkan kritik tentang pemasangan spanduk berisi tulisan 'Mudik Lebaran Tidak Macet Berkat Jokowi'.

Selain itu, dugaan tersebut juga lahir setelah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama sejumlah jajarannya membantah terlibat dalam pembekuan akun Twitter Ferdinand.


"Dugaan saya tetap mengarah kepada pihak-pihak yang terafiliasi dengan penguasa," kata Ferdinand lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/6).

Sosok yang merupakan Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat itu mengaku masih bingung dengan pembekuan akun Twitter-nya hingga saat ini.

Ia menyatakan cuitan terakhirnya adalah kritik atas spanduk yang dipasang para pendukung Jokowi di hari-hari awal libur lebaran yang menyatakan bahwa kemacetan tidak terjadi lagi.

Namun, lanjut dia, fakta berkata bahwa keesokan harinya kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan seperti di Tol Cikampek sepanjang 28 kilometer dan Cikampek-Palimanan (Cipali) sepanjang 42 kilometer.

Ferdinand mengatakan dalam cuitan lanjutan ia menuliskan bahwa kemacetan itu bukti bahwa Tuhan tidak tidur.

Dia menegaskan, akun Twitter @LawanPolitikJKW tidak pernah digunakan untuk menyebarkan informasi bohong alias hoaks dan selalu mencuitkan fakta serta tidak pernah mengunggah informasi yang bertentangan dengan aturan Twitter.

"Lantas apa salah Tweet saya? Saya menyampaikan fakta. Saya tidak pernah bicara hoaks di Twitter saya, tidak pernah posting yang melanggar Twitter rule. Saya paham larangan di Twitter. Jadi saya tahu betul batasannya," tuturnya.

Menyikapi pembekuan ini, Ferdinand mengaku telah menghubungi pihak Twitter untuk segera melakukan pemulihan dan telah mendapat respons.

Ferdinand menyatakan masih menunggu langkah dan sikap Twitter atas sikapnya tersebut. Dia pun mengancam akan membawa masalah ini ke ranah hukum bila permintaan pemulihan tersebut tidak dikabulkan oleh Twitter.

"Saya tunggu saja apa mereka akan tetap suspend atau tidak. Jika tidak, saya berpikir akan membawa masalah ini ke ranah hukum," tuturnya.

CNNIndonesia.com telah berusaha menghubungi Twitter Indonesia untuk mengonfirmasi pembekuan akun tersebut, tapi hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respons.
(vws)