Rest Area dan Proyek LRT Penyebab Macet Tol Jakarta-Cikampek

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 16:34 WIB
Rest Area dan Proyek LRT Penyebab Macet Tol Jakarta-Cikampek Penumpukan kendaraan di tempat peristirahatan atau rest area serta proyek pembangunan LRT menjadi penyebab kemacetan arus mudik di Tol Jakarta-Cikampek. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut penumpukan kendaraan di tempat peristirahatan atau rest area menjadi salah satu penyebab kemacetan di Tol Cikampek saat arus mudik.

"Satu pola mudik masyarakat sekarang bukan semata-mata mudik, tapi ada keinginan berwisata maka banyak berhenti di rest area dan menimbulkan kemacetan," ujar Budi di Gedung Kementerian Perhubungan, Kamis (14/6).

Budi menanggap kemacetan kemarin hanya sebagai perlambatan laju arus mudik. Kendaraan tidak sampai berhenti karena penumpukan di rest area.



Hal serupa disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal. Perlambatan di Tol Cikampek akibat penumpukan di rest area tak lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kemarin macet itu dampak semua wah ini lancar tetapi macet tapi tidak seperti tahun lalu. Salah satunya karena rest area penuh ada yang ingin ngopi-ngopi dan ngobrol," kata Iqbal.

Penyebab lainnya, kata Iqbal, merupakan proses pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang menyebabkan penyempitan jalan sehingga menjadi macet.

"Suatu keniscayaan pembangunan LRT pasti ada kemacetan tapi alhamdulillah sejak tadi malam lancar," tuturnya.


Ia mengatakan jajarannya bersama Kementerian Perhubungan telah mengantisipasi kemacetan melalui rekayasa lalu lintas, penutupan sejumlah rest area, pengalihan arus, hingga contraflow.

Menurutnya, kemacetan akan lebih parah bahkan sama seperti tahun lalu apabila pemerintah bersama aparat tak berkoordinasi mengantisipasinya bersama.

"Kami bukan ngeles. Tapi memang fakta, semua ada di lapangan tidak ada stuck sama sekali di jalan, terbukti semua berakhir menjelang isya. Ini akan sangat parah kalau tidak ada sosialisasi," ucap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini. (gil)