Warga Sempat Dorong-dorongan di Open House Wapres Jusuf Kalla
Tiara Sutari | CNN Indonesia
Jumat, 15 Jun 2018 16:49 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar open house untuk warga Jakarta di rumah dinasnya di kawasan Menteng Tengah, Jakarta Pusat, Jumat (15/6). Warga pun antusiase dan berbondong-bondong mendatangi kediaman JK.
Dari pantauan CNNIndonesia.com sejak pukul 15.47 WIB antrean warga sudah mengular sepanjang hampir 700 meter di depan rumah dinas Wapres.
Acara sendiri rencananya akan digelar mulai pukul 16.00 WIB. Warga yang mengantre pun sempat berebut hingga terjadi dorong-dorongan.
Beruntung petugas Paspampres di lokasi langsung bergerak cepat dan meredam insiden dorong-dorongan yang terjadi.
Warga yang mengantre untuk ikut bertemu Jusuf Kalla dalam kegiatan itu berasal dari bermacam profesi. Salah satunya pemulung yang biasa disapa Agus Rahmat (40). Menurut dia, momen seperti ini sangat jarang sekali ia dapatkan sebagai warga kecil.
"Mau salaman sama Pak Wapres. Jarang saya bisa salaman kan. Ini kesempatan makanya saya antre," kata warga Tanah Abang ini kepada CNNIndonesia.com.
Agus sangat optimis dia bisa masuk ke kediamam JK meski datang dengan menggunakan baju lusuh dan celana pendek. Dia juga masih membawa karung besar yang biasa dia gunakan untuk mengumpulkan hasil memulung.
"Bisalah. Masa iya sih nggak boleh masuk karena saya begini," katanya.
Warga yang hendak memasuki kediaman JK akan melewati mesin metal detector dan diperiksa secara keseluruhannya oleh Paspampres.
(osc/gil)
Dari pantauan CNNIndonesia.com sejak pukul 15.47 WIB antrean warga sudah mengular sepanjang hampir 700 meter di depan rumah dinas Wapres.
Acara sendiri rencananya akan digelar mulai pukul 16.00 WIB. Warga yang mengantre pun sempat berebut hingga terjadi dorong-dorongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus sangat optimis dia bisa masuk ke kediamam JK meski datang dengan menggunakan baju lusuh dan celana pendek. Dia juga masih membawa karung besar yang biasa dia gunakan untuk mengumpulkan hasil memulung.
"Bisalah. Masa iya sih nggak boleh masuk karena saya begini," katanya.
Warga yang hendak memasuki kediaman JK akan melewati mesin metal detector dan diperiksa secara keseluruhannya oleh Paspampres.