MUI: Kami Bersyukur Kasus Rizieq Selesai dengan SP3

Tiara Sutari & Bintoro Agung, CNN Indonesia | Sabtu, 16/06/2018 14:10 WIB
MUI: Kami Bersyukur Kasus Rizieq Selesai dengan SP3 MUI bersyukur kasus Rizieq Shihab berakhir lewat SP3. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada pihak kepolisian yang disebut telah menghentikan kasus chat porno yang menjerat pentolan FPI Rizieq Shihab.

Keputusan yang diambil oleh pihak kepolisian itu, kata Zainut, harus diapresiasi karena telah memberikan keadilan bagi masyarakatnya.

"Pastinya kami dari MUI memberikan rasa syukur, bahwa kasus Habib Rizieq dinyatakan selesai dengan adanya SP3. Tentu pihak kepolisian harus kita apresiasi," kata Zainut ditemui di kawasan Kuningan usai menghadiri acara halal bihalal di kediaman ketua DPD Oesman Sapta Odang di Jakarta, Sabtu (16/6).



Terkait pro dan kontra yang akan timbul dengan adanya penghentian kasus tersebut, Zainut menghimbau agar semua masyarakat menaati proses hukum dan keputusan tersebut.

Pada perayaan Idulfitri kemarin, Rizieq Shihab melalui sebuah video di media sosial mengaku telah menerima lembaran asli SP3 kasus chat mesum yang menjadikannya tersangka.

Kendati demikian hingga sekarang kepolisian belum mengonfirmasi pernyataan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Terpisah, Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ikut mengomentari dugaan pemberian surat penghentian penyuidikan (SP3) dalam kasus chat mesum Rizieq Shihab.


Tak Didasari Politik

Ketua Umum Pemuda PP Muhammadiyah Dahnil Anzar berharap pemberian SP3 itu tak didasari alasan politik. "Catatan saya cuma satu, semua keputusan harus diambil berdasarkan hukum, bukan yang lain, apalagi kalau politik," ujar Dahnil melalui telepon.

Dahnil setuju saja apabila kasus itu mendapat SP3. Namun ia menekankan semua harus berdasar argumentasi hukum.


Dahnil menyebut SP3 untuk Rizieq ini bukan sesuatu yang istimewa. Namun ia menekankan ada yang salah dalam kasus ini sehingga surat itu harus terbit.

"Berarti kan selama ini ada kekeliruan di polisi," katanya. (asa)