Ingin Istirahat, JK Kembali Tegaskan Tak Mau Dampingi Jokowi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 17/06/2018 21:32 WIB
Ingin Istirahat, JK Kembali Tegaskan Tak Mau Dampingi Jokowi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tak ingin maju lagi sebagai cawapres mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku lebih memilih beristirahat ketimbang kembali mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Enggak ada. Saya seperti biasa tetap merencanakan istirahat sambil urus pendidikan, urus agama," ujar JK seperti dikutip CNN Indonesia TV, Minggu (17/6).

JK berada di posisi teratas hasil sejumlah survei terhadap calon wakil presiden 2019 untuk Jokowi.


Survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 21 Maret-1 April 2017 menunjukkan JK dipilih 15,7 persen responden.

Sementara berdasarkan survei Poltracking pada 27 Januari-3 Februari 2017, politikus senior Partai Golkar ini dipilih sekitar 15,9 persen responden.

JK sudah berulang kali menyatakan tak akan maju kembali. Selain alasan pribadi, pencalonan kembali JK juga terhambat oleh pasal 169 huruf n UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.


Beleid pasal tersebut mengatur bahwa persyaratan menjadi capres dan cawapres adalah mereka yang belum pernah menjabat Presiden atau Wapres selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

Sementara itu, JK telah dua kali menjabat Wapres yakni mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004-2009 dan mendampingi Jokowi kini.

Beberapa pihak seperti Golkar sempat mendorong dan berupaya mencalonkan JK kembali sebagai cawapres. Pencalonan ini salah satunya merujuk pada karier politik Mahathir Muhamad yang menjabat Perdana Menteri Malaysia di usia senja.


"Kalau soal Mahathir, kalau soal kesehatan mungkin saya tidak ada soal seperti Pak Mahathir. Ini soal konstitusi dan keinginan mendorong yang muda," ucap JK. (wis)