Sandi Kerahkan Pawang Ragunan Tangkap Buaya Pondok Dayung

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 18/06/2018 01:36 WIB
Sandi Kerahkan Pawang Ragunan Tangkap Buaya Pondok Dayung Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengerahkan pawang dari Ragunan untuk membantu menangkap buaya yang sempat muncul di kawasan wisata Pondok Dayung, Tanjung Priok. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan telah menurunkan tim pawang dari Ragunan untuk menangkap buaya yang berkeliaran di sekitar Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok.

Penangkapan buaya oleh pawang dari Ragunan tersebut akan menggunakan jaring.

"Menurunkan tim dari Ragunan, pawangnya begitu, datang dengan jaring," kata Sandi di area Jakarta Fair, JIExpo Kemayoran, Minggu (17/6).


Sandi pun setuju dengan imbauan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya agar tidak menggunakan senjata untuk menangkap buaya tersebut.

"Lebih baik ditangkap dengan jaring dan dikembalikan ke penangkaran atau ke habitatnya," ujarnya.

Lebih dari itu, Sandi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir dengan munculnya buaya tersebut.

Sebab, lanjut Sandi, pihaknya telah melakukan pemantauan dengan sejumlah pihak terkait guna memantau tempat-tempat wisata di sekitar Pondok Dayung.

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang melihat munculnya buaya tersebut untuk segera melaporkan kepada pihak-pihak terkait.

"Baik itu teman-teman di armabar, juga damkar," kata Sandi.

Pada Kamis (14/6), seekor buaya sepanjang 2,5 meter terlihat di sekitar Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok.

Atas penemuan itu, Menteri Siti Nurbaya meminta agar tidak menembak buaya tersebut. Ia menyarankan daripada ditembak lebih baik agar buaya itu dijaring saja.

Di sisi lain, Ditpolair Mabes Polri mengklaim tak akan menggunakan senjata dalam melakukan penangkapan terhadap buaya tersebut.

Kasie Pertolongan dan Penyelematan Kompol Faried mengatakan pihaknya akan lebih mengutamakan penangkapan terhadap buaya tersebut ketimbang harus melakukan penembakan.

"Opsi pertama menangkap, kita berusaha yang terbaik," kata Faried di Ditpolair Mabes Polri, Jakarta Utara, Minggu (17/6). (wis)