Kemenhub Duga Korban Hilang KM Sinar Bangun Terjebak di Kapal

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 22/06/2018 22:09 WIB
Kemenhub Duga Korban Hilang KM Sinar Bangun Terjebak di Kapal Tim Basarnas mencari korban insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah korban insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, belum ditemukan. Mereka diduga masih terjebak di dalam bangkai kapal.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi setelah melihat desain kapal di Danau Toba.

"Jadi mungkin (penumpang) ya masih di dalam (kapal)," kata Budi di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (22/6).



KM Sinar Bangun sendiri berukuran 17 Gross Tonnase (GT) dengan dua dek dan satu tambahan di bagian atas. Akses keluar dan masuk kapal, penumpang hanya mengandalkan pintu yang tak terlalu besar.

Sedangkan pada bagian jendela sudah ditutup rapat menggunakan teralis oleh pemilik kapal tersebut.

"Kalau ceritanya gini ada beberapa dek, di dalam, lantai dua dan di atas. Yang kemarin selamat mungkin dia itu punya akses keluar lebih mudah. Tapi yang di bawah jendela tidak bisa dibuka, kaca ketutup dan pintu mungkin kecil. Mereka desak-desakan ingin keluar tapi mungkin malah jadi susah keluar," ujarnya.

Hingga kini bangkai KM Sinar Bangun belum bisa ditemukan pascakejadian. Pihak Kemenhub bakal menggunakan alat khusus untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal di dalam air.


Alat yang kini sudah berada di Danau Toba itu diyakini dapat melacak keberadaan benda-benda di kedalaman sekitar 400-500 meter. Jarak itu pun sesuai dengan dugaan keberadaan tenggelamnya kapal.

"Itu bisa mendeteksi apa saja yang ada di dasar danau. Karena titik tenggelam yang kemaren disampaikan ya antara segitu jaraknya," kata dia.

Ia melanjutkan pascaperistiwa tersebut, Kemenhub telah menggelar pertemuan dengan para operator kapal.

Hasil pertemuan menyebutkan seluruh operator sepakat bakal membenahi armada yang beroperasi di Danau Toba, khususnya demi mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan.


Langkah pertama, kata dia, tiap kapal harus dilengkapi dengan jaket pelampung untuk semua penumpang. Kedua, mereka juga sepakat mengubah konstruksi atau rancangan kapal mulai dari teralis di jendela sampai dengan menghilangkan dek ketiga.

"Lalu lantai tiga itu yang paling atas akan dibongkar karena terlalu tinggi. Dan hari Minggu nanti kami bakal bagikan 1.000 life jacket," kata Budi. (pmg)