Kecelakaan di Danau Toba Terjadi Lagi, Menhub Akui Kecolongan

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 23/06/2018 15:07 WIB
Kecelakaan di Danau Toba Terjadi Lagi, Menhub Akui Kecolongan Menhub Budi Karya akui kecolongan soal kecelakaan di Danau Toba. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui kecolongan lantaran kecelakaan kapal masih terjadi di perairan Danau Toba.

Setelah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, Senin (18/6), kecelakaan kapal kembali terjadi saat KM Ramos Risma Marisi mengalami mati mesin dan mengakibatkan satu anak buah kapal (ABK) hilang, pada Jumat (22/6) malam.


Budi menyebut petugas Dinas Perhubungan di pelabuhan di Danau Toba tidak menjalankan tugas dengan baik sehingga kecelakaan kapal masih terjadi di perairan itu. Padahal, pihaknya sudah mengeluarkan larangan berlayar sementara bagi kapal di perairan Danau Toba pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun.


"Kami sudah menyampaikan larangan pada Dishub Provinsi dan Kabupaten. Saya sangat menyayangkan petugas yang ada tidak berfungsi dengan baik sehingga kapal tetap berjalan," kata Budi saat konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (23/6).


Selain itu, Budi juga menilai KM Ramos Risma Marisi tidak memiliki kesiapan berlayat sehingga lepas kendali dan mengalami kecelakaan.

Menindaklanjuti hal ini, Budi mengatakan sudah menugaskan tim bersama dengan kepolisian dan KNKT untuk melaksanakan pembinaan terhadap kapal-kapal yang berlayar di Danau Toba.

KM Ramos Risma Marisi mengalami mati mesin dalam perjalanan kembali ke Pulau Sibandan dari Pelabuhan Nainggolan. Saat mesin mati, seorang ABK melompat ke danau dan hilang. Saat ini petugas masih mencari seorang ABK yang hilang itu.

(DAL/DAL)