Prabowo Kritik 1 Persen Warga Kuasai Kekayaan di Tanah Air

FAH, CNN Indonesia | Senin, 25/06/2018 17:58 WIB
Prabowo Kritik 1 Persen Warga Kuasai Kekayaan di Tanah Air Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut 80 persen tanah dikuasai satu persen bangsa Indonesia. CNN Indonesia/Hesti Rika
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut 1 persen warga menguasai sekitar 45 persen kekayaan di Indonesia, termasuk soal kepemilikan lahan.

Prabowo menyampaikan hal itu usai bertemu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Ketua MPR Zulkifli Hasan di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Senin (25/6).


"Satu persen warga kita menguasai 45 persen kekayaan di Indonesia," kata Prabowo dalam acara tersebut.


Mantan Danjen Kopassus ini juga menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterbitkan pada September 2017 lalu, tercatat ada sekitar 26 juta masyarakat Indonesia masuk kategori miskin. Penghasilan per bulan dalam kategori ini sekitar Rp387 ribu.


Prabowo juga menyebut kekayaan dari seratusan warga Indonesia sebanding dengan kekayaan beberapa orang warga saja.

Hal itu berdasarkan data Oxfam, organisasi nirlaba asal Inggris yang berfokus pada pembangunan dan penanggulangan bencana dan advokasi serta data International NGO Forum on Indonesian Development (INFID).

Prabowo mengklaim data-data tersebut disampaikan dalam rangka mengkritik pemerintah saat ini.

"Ini indikator, kita bertanya apakah negara kita sehat? empat orang memiliki kekayaan (sebanding) dari seratus orang lebih," kata Prabowo.

Kritik Amien Rais

Amien Rais sebelumnya pernah menuding pemerintah sibuk membagikan sertifikat tanah, namun lahan sebanyak 74 persen negeri ini dikuasai kelompok tertentu. Dia menyebut program sertifikasi tanah sebagai pengibulan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat (oleh Presiden Jokowi), bagi tanah sekian hektare, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" ujar Amien


Namun Amien diminta mengingat aksi Zulkifli Hasan saat menjadi Menteri Kehutanan di era Presiden SBY periode 2009-2014. Zulkifli memberikan izin lahan seluas 1,64 juta hektare atau 25 kali lipat luas dari DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Vanda Mutia Dewi menuturkan kawasan hutan yang dilepas untuk izin perkebunan selama Zulkifli menjabat sebagai Menteri Kehutanan mencapai 1,64 juta hektare. Hal itu merupakan hasil studi Greenomics soal pelepasan kawasan hutan pada 2004-2017.

Greenomics memperkirakan Zulkifli justru memberikan izin untuk perusahaan perkebunan seluas 1,64 juta hektare. (pmg/asa)