Warga diberi pilihan untuk kembali memilih Arief-Sachrudin atau memilih kotak kosong jika tak ingin pasangan petahana itu kembali memimpin.
Dalam proses pemilihan, sejumlah warga mengaku memilih kotak kosong ketimbang kotak berisi foto pasangan itu. Mereka beralasan tak memilih Arief-Sachruddin karena kecewa dengan kinerja petahana tersebut. Salah satunya Sarah Rachmawati Putri (22).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku ingin ada alternatif pemimpin lain selain pasangan Arief dan Sachrudin.
"Karena saya butuh perubahan dari seseorang yang baru dan saya heran sedikit yang mau bertanggung jawab pada kota ini," ujar Sendy.
Selain tak puas pada kinerja petahana, Sendy juga mengaku bingung karena baru pertama kali mengikuti pilkada dengan kotak kosong ini.
"Jujur saja bingung karena baru pertama kali," katanya.
Hal senada disampaikan Rafli Baihaqi (22). Ia mengaku bingung karena pada surat suara hanya terdapat satu gambar pasangan calon.
"Bingung sih karena cuma ada satu calon saja di Tangerang," ujar warga Kelurahan Poris Plawad Utara ini.
Warga yang lain Bubung Abul Hayat menyebut selama ini sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tangerang soal calon tunggal dan kotak kosong ini minim. Ia merasa awam dengan pemilihan hanya satu calon.
"Kurang sih sosialisasinya," ujar warga Kelurahan Suka Asih itu.
Pemilihan dengan pasangan calon tunggal baru dua kali dilaksanakan di Indonesia yakni pada tahun 2015 dan 2017. Sebelumnya, Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pilkada belum mengakomodasi calon tunggal.
Salah satu pemilih pada pilkada Kota Tangerang. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto) |
Aturan ini mengakomodasi keberadaan calon tunggal dengan beberapa ketentuan ketentuan. Misalnya, calon tunggal diperbolehkan dengan syarat terdapat lebih dari satu calon yang mendaftar, tetapi dinyatakan tidak memenuhi syarat dan mengakibatkan calon tunggal.
Dalam aturan itu calon tunggal dinyatakan menang jika mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari suara sah. Namun, apabila kurang dari 50 persen, yang menang adalah kotak kosong.
Apabila kotak kosong menang, kepala daerah bakal dipilih oleh pemerintah pusat dengan menugaskan pejabat gubernur, bupati atau wali kota.
(pmg/sur)
Salah satu pemilih pada pilkada Kota Tangerang. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)