Amien Rais Diminta 'Turun Gunung' Tantang Jokowi di 2019

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Sabtu, 30/06/2018 11:53 WIB
Amien Rais Diminta 'Turun Gunung' Tantang Jokowi di 2019 KUM meminta Amien Rais untuk segera 'turun gunung' menjadi calon presiden pada 2019. PDIP sendiri sudah menyatakan Jokowi bakal maju di pemilihan itu. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok masyarakat yang menamakan diri dari Koalisi Ummat Madani (KUM) meminta Amien Rais untuk segera 'turun gunung' menjadi calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kelompok masyarakat pimpinan Letnan Jenderal (Purn) Syarwan Hamid ini menilai langkah 'turun gunung' Amien agar dapat memainkan peran penting dan strategis menyelamatkan nasib bangsa yang sedang di ujung tanduk.

"Kami meminta Bapak Amien Rais untuk segera 'turun gunung' guna memenuhi panggilan umat," demikian bunyi pernyataan pers Deklarasi Meminta dan Mengusung Amien sebagai Capres RI 2019 yang diperoleh CNNIndonesia.com, Sabtu (30/6).

KUM pun menyatakan, pilihan terhadap Amien ini bukan berarti menilai tokoh oposisi lain tidak layak menjadi capres di Pilpres 2019 mendatang.


KUM menyadari bahwa deklarasi dukungan terhadap Amien ini akan mengalami penyesuaian serta pro dan kontra, baik dari kalangan petahan dan tokoh-tokoh di kalangan Islam sendiri.

Di sisi lain, PDI Perjuangan sendiri sudah mendeklarasikan Joko Widodo untuk maju kembali di Pilpres 2019. Hal itu diusung oleh partai politik tersebut dalam Rakernas PDIP di Bali pada Februari lalu.

Hal itu diutarakan oleh elite PDIP Pramono Anung di akun twitternya, @pramonoanung, hari ini, Jumat (23/2).

"Dalam Rakernas III hari ini @PDI_Perjuangan memutuskan pencalonan @jokowi menjadi calon Presiden utk tahun 2019-2024. Bismillah Menang dan mendapatkan dukungan seluruh rakyat Indonesia #Bant3ngPilihJokowi #T3tapJokowi," kicau Pramono di akunnya.


Di sisi lain, KUM berharap lewat deklarasi ini semua tokoh politik dan ulama yang berada pada barisan oposisi dapat bersatu dan tidak mengedepankan perbedaan yang kecil.

"Kekalahan pada Pilpres 2019 adalah kekalahan kita bersama, sebaliknya kemenangan kita pada Pilpres 2019 adalah kemenangan kita bersama," ujarnya.


(asa)