"Sebenarnya pada tanggal 27 gangguan dari luar sudah datang," kata Arief di Kantor KPU, Minggu (1/7).
Pada saat bersamaan, kata Arief, banyak pihak yang mengakses situs KPU, mulai dari akses untuk menggunggah data hingga masyarakat yang ikut mengakses untuk melihat perolehan suara paslon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati telah menutup situs sementara, Arief menyebut serangan terhadap situs KPU terus terjadi.
Arief meminta publik tidak perlu mengkhawatirkan proses penghitungan suara yang dilakukan dengan sistem tersebut.
Proses penghitungan tersebut diklaim hanya digunakan sebagai bahan informasi cepat semata, bukan sebagai bahan resmi untuk menetapkan hasil Pilkada.
Ia menjelaskan hasil resmi Pilkada tetap dilakukan secara berjenjang melalui dokumen C1 yang dilakukan mulai dari tingkat TPS hingga ke KPU.
Sebelumnya, KPU mengaku sengaja membuat situs resminya dinonaktifkan karena maraknya serangan para peretas atau hacker terkait hasil penghitungan suara Pilkada 2018 yang telah berlangsung.
Arief mengatakan solusi tersebut tidak akan membuat pekerjaan penghitungan suara memakan waktu.
"Jadi kalau mengakses web kita kadang bisa dan enggak bisa dibuka itu sebetulnya cara kami untuk menangkal serangan yang datangnya bukan hanya tiap jam, tapi tiap menit menyerang kita," ujarnya saat acara diskusi di Warung Daun, Sabtu (30/6).
Meski situs dibuka-tutup, Arief mengklaim hal tersebut tidak berpengaruh pada angka terakhir dalam hitungan suara yang dilakukan oleh KPU.
"Angka tidak akan berubah, tetap sama," ucapnya.
(gil)