Luhut Jelaskan Risiko Pengangkatan Korban KM Sinar Bangun

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 03/07/2018 20:42 WIB
Luhut Jelaskan Risiko Pengangkatan Korban KM Sinar Bangun Menko Maritim Luhut Pandjaitan menjelaskan jika pengangkatan itu dipaksakan maka kapal dan korban akan hancur. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pengangkatan kapal penyeberangan KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin 18 Juni lalu dari segi teknis tidak mungkin dilakukan.

"Saya jelaskan bahwa pengangkatan KM Sinar Bangun dan jenazah korban dari segi teknis memang tidak mungkin dilakukan," tulis Luhut di akun media sosial Facebook miliknya, Senin (3/7).

Luhut menjelaskan jika pengangkatan itu dipaksakan maka kapal dan korban akan hancur. Sebab ketika diangkat per 10 meter akan menimbulkan tekanan sebanyak satu bar.



"Maka kalau kedalamannya 450 meter itu sama dengan 45 bar, sehingga kapal bisa meledak," katanya.

Luhut mengatakan ahli Kemenko Maritim pun telah melihat dampak dari segi reaksi kimia kapal itu. Meskipun kapal bisa diangkat maka akan ada risiko timbulnya keracunan H2SO.

"Saya yakin tentu tidak ada seorang pun dari kita yang mengharapkan ada korban tambahan," lanjutnya.

"Demikianlah BPPT, KNKT, Basarnas, polisi, TNI, Pemda, Kemenko Maritim dan semua unsur pemerintah sudah berdiskusi panjang dan memperhitungkan semua aspek," ujarnya.

Luhut membandingkan hal serupa dengan evakuasi korban jatuhnya pesawat Airbus A320 AirAsia QXZ8501 di Selat Karimata pada 2014 lalu.

"Jasad mereka sudah tidak utuh ketika diangkat. Ada badan tanpa kepala, ada sepotong tangan, ada juga potongan-potongan tubuh lainnya berserakan. Jika keluarga harus melihat itu, pasti akan lebih menyakitkan. Saya tahu itu," kata Luhut.


Dia menambahkan alih-alih mengangkat jasad korban beserta kapalnya, pembuatan monumen peringatan adalah langkah yang paling bagus. "Semua pihak sudah sepakat," kata Luhut.

"Hari ini saya dilapori Pak JR Saragih bahwa acara peletakan batu pertama monumen itu berjalan baik, dengan tingkat kehadiran 85 persen," ujarnya menambahkan.

Luhut menjelaskan sebanyak 24 pelanggaran hasil temuan KNKT terkait penyeberangan KM Sinar Bangun pun sudah diterima. Dia pun telah mengundang pihak-pihak terkait untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

Luhut Jelaskan Risiko Pengangkatan Korban KM Sinar BangunKeluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun bersama warga mengikuti doa lintas agama di dermaga Tigaras, Danau Toba. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Luhut juga telah meminta semua pelabuhan di kawasan Danau Toba dikelola oleh Syahbandar, sehingga ada sertifikasi pada setiap kapal.

Pemilik kapal akan dilarang merangkap menjadi nakhoda karena mereka adalah profesi yang memiliki kepentingan berbeda.

"Nakhoda pasti bicara masalah keamanan dan keselamatan. Sedangkan pemilik kapal bicara bagaimana meraup keuntungan," kata Luhut.

Luhut mengatakan pemda dan polisi akan mengaudit semua kapal. Dia tak ingin ada kapal tiga dek namun pada kenyataanya hanya berizinkan satu dek serta kelebihan muatan.

Mantan Menko Polhukam itu juga telah meminta agar semua pihak yang bertanggung jawab segera diproses kepolisian. Proses hukum saat ini sedang berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah jumlah tersangka.

"Saya pastikan pemerintah akan menangani masalah ini dengan serius, karena ini adalah masalah serius," katanya.

Lawatan Luhut ke posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (2/7), sempat diwarnai perdebatan dengan pegiat sosial Ratna Sarumpaet. Ratna menolak usul penghentian pencarian korban tenggelam kapal nahas itu.

(pmg)