Saat Para Bupati Ikuti Jatah Makan Satai Dingin Jokowi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 21:51 WIB
Saat Para Bupati Ikuti Jatah Makan Satai Dingin Jokowi Bupati Trenggalek Emil Dardak mengaku mendapat pelajaran saat berdiskusi dengan Jokowi di Istana Bogor, Kamis (5/7). (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Trenggalek Emil Dardak menceritakan pengalamannya berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo,  Kamis (5/7) sore tadi, di Istana Bogor. Pertemuan dalam kelompok kecil tadi, menurut Emil, berlangsung hangat dan cair.

"Benar-benar tidak ada batas, semua to the point. Ada yang bicara pelabuhan, hambatan investasi, dan infrastruktur," kata Emil di Kompleks Istana Bogor, Kamis (5/7).

Acara itu sengaja diadakan Jokowi karena ingin langsung mendengarkan masalah yang terjadi di daerah, keluhan, serta masukan dari Bupati.



Menurutnya, dialog dalam komunitas kecil akan membuat pembicaraan lebih mudah dan banyak hal bisa disampaikan.

Emil mengatakan Jokowi dalam pertemuan itu mencatat dan menanggapi satu per satu keluhan serta masukan para Bupati.

"Tadi Pak Presiden ketik sendiri pakai iPad-nya dan dijawab satu-satu sampai malam begini," katanya.

Ia meyakini setiap permasalahan yang disampaikan bakal ditindaklanjuti Jokowi melalui pembahasan bersama menteri terkait.

Tak hanya itu, Emil mengungkapkan dalam pertemuan itu Presiden menjamu para Bupati dengan satai ayam, kambing, sapi, serta bakso di Beranda Istana Bogor.

"Enak, sih, satainya meski agak dingin. Biar pun kami ikut Pak Presiden, beliau ambil tiga, kami ambil tiga, masa ambil lima," ucap Emil.

Meski berlangsung santai, Jokowi disebut kembali menunjukkan contoh komunikasi seorang pemimpin.

Untuk itu, Presiden mengajak sejumlah bupati menyapa pengunjung Kebun Raya Bogor dari sisi Istana.

Istana dan Kebun Raya Bogor hanya dipisahkan pintu pagar dan sebuah kolam. Dengan jarak sedekat itu Presiden beserta tamunya dapat terlihat jelas dari Kebun Raya Bogor jika berada di Beranda.

"Jadi saya rasa ada kontak batin bagaimana yang sebenarnya berjuang di garis terdepan melayani masyarakat membangun itu bupati, wali kota. Desentralisasi, kan, sampai ke sana. tentu sekarang juga kepala desa," tuturnya.

"Jadi itu empati itu memang sangat terlihat. Kami sangat berterima kasih beliau benar-benar menempatkan para kepala daerah sebagai elemen sangat penting diseleraskan kebijakannya, pusat sampai daerah," kata pasangan Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jawa Timur 2018 ini. (wis/asa)