Aksi 67 Diblokade, Massa Kirim Perwakilan ke Kemendagri

SAH, CNN Indonesia | Jumat, 06/07/2018 16:50 WIB
Aksi 67 Diblokade, Massa Kirim Perwakilan ke Kemendagri Massa Aksi 67 dari Presidium Alumni 212 diblokade di depan Gedung Pertamina, Jalan Merdeka Timur, arah Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Jumat (6/7). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa Aksi 67 dari Presidium Alumni 212 diblokade di depan Gedung Pertamina, Jalan Merdeka Timur, arah Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Jumat (6/7).

Ratusan personel pengamanan gabungan dari TNI, Polairud, dan Sabhara, memblokade seribuan massa aksi 67. Alhasil massa aksi mengirim sejumlah perwakilan ke Gedung Kementerian Dalam Negeri untuk Bertemu Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo.

Pantauan CNNIndonesia.com, massa Aksi 67 akhirnya menggelar orasi di depan Gedung Pertamina Jalan Merdeka Timur.


Salah satu orator di atas Mobil Komando Ustaz Bernard Abdul Jabbar meminta keadilan agar kasus penistaan agama segera diproses dan mendesak Mendagri Tjahjo Kumolo dicopot.


Sekretaris Umum DPP PA 21 itu juga mengaku kecewa karena Bareskrim Polri menghentikan kasus ujaran kebencian dengan terlapor politikus NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat.

"Kasus-kasus yang terjadi hampir semua kasus diberhentikan oleh bareskrim termasuk kamo tanyakan tentang pemberian SP3 kepada Bu Sukmawati," teriak dia diikuti sorakan kecewa peserta aksi.
Aksi 67 Diblokade, Massa Kirim Perwakilan ke KemendagriMassa Aksi 67 saat bergerak menuju gedung Kemendagri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Bernard juga mengatakan pihaknya bakal kembali melaksanakan aksi di depan Bareskrim apabila kasus-kasus penistaan agama tidak diproses oleh pihak kepolisian.

"Andai satu bulan belum ada tindakan apa-apa siap kembali ke sini?" Pekik dia

"Siap!" pekik peserta.

Massa Aksi 67 sebelumnya menggelar unjuk rasa di depan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, di dekat Stasiun Gambir, Jakarta.

Mereka menuntut polisi segera memproses beragam kasus mangkrak di kepolisian seperti dugaan kasus ujaran kebencian kader Partai NasDem Viktor Laikosdat, Ade Armando dan SP3 Kasus Sukmawati. (gil)