Sebelum Tewas, Korban Kebakaran Istirahat di Masjid Kemenhub

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Minggu, 08/07/2018 16:03 WIB
Sebelum Tewas, Korban Kebakaran Istirahat di Masjid Kemenhub Kasi Ops Dinas Damkar Jakpus Syafruddin mengatakan tiga korban meninggal dunia dan 20 lainnya luka-luka. Kebanyakan korban sedang beristirahat di masjid. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran Gedung Karya Kementerian Perhubungan diperkirakan telah merenggut nyawa tiga orang dan mengakibatkan 20 korban lainnya luka-luka. Kebanyakan orang menjadi korban saat sedang beristirahat di masjid.

"Ada (korban) yang di masjid. Ada yang di lantai 27, 12, 25. Yang banyak di masjid sedang istirahat pukul 04.15 (dini hari) sebelum subuh," ujar Kasi Ops Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Syarifudin, di Gedung Kemenhub Jakarta Pusat, Minggu (8/7)Minggu (8/7).

Ia mengatakan bahwa korban masih dalam keadaan sadar ketika meminta pertolongan. Namun, asap di lorong-lorong terlalu tebal menutup jalan, hingga beberapa kontraktor dan karyawan digotong saat evakuasi.



Menurut Syarifudin, api berhasil dipadamkan pada pukul 5.30 WIB. Namun, karena asap yang mengepul, proses pendinginan gedung memerlukan waktu yang cukup lama. Baru pada pukul 14.30 WIB, mobil-mobil pemadam kebakaran meninggalkan area Kemenhub.

"Karena pendinginan yang lama, asap-asap itu yang lama pakai blower kami sedot, biar tidak menutup ruangan," jelasnya.

Sementara itu, untuk alasan kebakaran, Syafruddin belum bisa memastikan. Namun, ia memastikan kebakaran terjadi di beberapa lantai. Bukan semua lantai.


"Lantai 18 itu sebenarnya tidak ada kebakaran, jadi hanya dari sub kabel saja merembet ke atas. Kabel secara keseluruhan. Dugaan sementara masih dalam penyelidikan polisi ya. Memang, awalnya titik api ditemukan pada P1 di ruang CCTV," imbuhnya.

Lantai yang sedang direnovasi disebutnya berada di lantai 18. Meski dalam perbaikan, sistem detektor asap diklaim masih berfungsi.

"Masih berfungsi, kebetulan masih dalam perbaikan-perbaikan," tandas dia. (bir)