Pipa Gas Perairan Banten Bocor, Nelayan Takut Melaut

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 10/07/2018 11:48 WIB
Pipa Gas Perairan Banten Bocor, Nelayan Takut Melaut Ilustrasi nelayan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Serang, CNN Indonesia -- Para nelayan di pelabuhan penyeberangan Grenyang, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, masih takut melaut setelah insiden bocornya pipa gas bawah laut di perairan Bojonegara, Banten.

"Bukan enggak boleh, tapi khawatir kenapa-kenapa. Saya, kan, penyeberangan, kebetulan saya kapten," kata Hawasi, salah satu pemilik kapal di pelabuhan penyeberangan Grenyang,  Selasa (10/7).

Kebocoran pipa gas milik PT CNOOC itu, yang berada di kedalaman 20 meter di perairan Bojonegara, terjadi pada Senin (9/7). 


KM Lumoso Raya diduga penyebab bocornya pipa gas tersebut. Polisi pun langsung memeriksa Anak Buah Kapal (ABK) KM Lumoso Raya.

"Penyebab masih dalam penyelidikan, kita juga memeriksa kapal dan kapten kapal yang dilokasi terdekat. Baru satu, KM Lumoso Raya," kata Kombespol Nunung Syaefudin, Ditpolair Polda Banten, kemarin.

Sebagai langkah pengamanan, Ditpolair kemudian menutup lokasi Kebocoran Gas untuk dilalui kapal, hingga selesainya penyelidikan.

Hawasi mengatakan para nelayan sempat takut bocornya pipa gas memicu kebakaran, akibat percikan api yang mengenai semburan gas bercampur air laut.

"Saya sudah melintas ke arah gas, sebelah selatan, lagi kenceng-kencengnya, itu. Lagi aktif, lagi nyemburin ke atas," ujar dia.

Nelayan lainnya, Nawawi, harus berpindah tempat mencari ikan ke lokasi yang jauh dari titik lokasi bekas semburan gas.

"Agak geser ke sebelah selatan. Agak jauh amat dari lokasi semburan gas," kata Nawawi, ditempat yang sama.

Dia bercerita saat ini tidak ada semburan gas bercampur air di bekas bocornya pipa gas bawah laut.

"Eggak ada lagi semburan gas. Kemarin iya, (semburan gas) sekitar empat jam," jelasnya.



(yan/wis)