Pipa Gas Cilegon Bocor, PLN Tetap Jamin Distribusi Listrik

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 19:10 WIB
Pipa Gas Cilegon Bocor, PLN Tetap Jamin Distribusi Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Cilegon memiliki kapasitas maksimal 660 Megawatt (MW) (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) menyatakan kebocoran pipa gas bawah laut milik China National Offshore Oil Corporation SES Ltd (CNOOC) di perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, berdampak pada turunnya pasokan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon, Jawa Barat.

Akibatnya, beban kapasitas PLTGU Cilegon menurun dari biasanya 600 hingga 650 Megawatt (MW) menjadi sekitar 300 MW.

"Pembangkit PLTGU Cilegon kan dari CNOOC dan dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN), beban kapasitas (PLTGU Cilegon) tinggal separuh sekarang," ujar Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Supangkat Iwan Santoso di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (9/7).



Kendati beban kapasitas PLTGU Cilegon berkurang, lanjut Iwan, distribusi listrik ke masyarakat sekitar tidak terganggu. Pasalnya, perseroan memiliki cadangan dari pembangkit listrik lain seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar dan PLTU Labuhan.

Kebocoran pipa gas yang terjadi pada pukul 08.51 WIB pagi ini menyebabkan pasokan gas sebesar 50 MMSCFD untuk sementara dihentikan.

Berdasarkan informasi dari Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus (SKK) Wisnu Prabawa Taher Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas), penyebab kebocoran masih diidentifikasi.

"Upaya penanganan kebocoran masih dilakukan," ujar Wisnu.

Sebagai upaya penanganan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan CNOOC bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut tengah mengidentifikasi kapal yang melintasi daerah terbatas pipa penyalur gas tersebut.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto berharap kebocoran pipa segera diatasi.

"Saya berharap pipa segera diperbaiki," ujar Djoko.


Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Migas Soerjaningsih menambahkan potensi bahaya terhadap lingkungan sangat rendah. Pasalnya, kandungan gas dengan kemurnian 95 persen gas dan 5 persen CO2 kecil kemungkinannya mengandung kondensar.

"Potensi bahaya terhadap masyarat ditangani dengan mengamankan lokasi kejadian," ujar Soerjaningsih melalui keterangan resmi.

Bocornya pipa gas bawah air terjadi pukul 09.30 wib. Kebocoran itu baru bisa di hentikan kebocorannya pada pukul 13.45 wib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik kebocoran pipa gas bawah laut berada di koordinat 05-55-52.S / 106-07-075.E atau di perairan antara Pulau Panjang dengan Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten.

(kid/kid)