JK: Kualitas Prancis Lebih Baik Ketimbang Kroasia

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 02:27 WIB
JK: Kualitas Prancis Lebih Baik Ketimbang Kroasia Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden RI. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kualitas tim sepakbola Prancis sangat baik sehingga dapat memenangi pertandingan final Piala Dunia 2014 melawan Kroasia di Stadion Luzhniki, Moskow, dengan skor 4-2.

"Prancis kualitasnya lebih baik, pertandingannya seru, seimbangkan awalnya," kata JK usai menonton bareng final Piala Dunia di Rumah dinasnya, Jakarta, seperti dikutip Antara, Minggu (15/7).

JK menyoroti penampilan penyerang muda asal Perancis Kylian Mbappe yang juga menyumbang gol dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, penampilan Mbappe sangat memukau.


JK mengaku awalnya menjagokan Argentina dan Jerman bertemu di Final. Namun Jerman dan Argentina tidak melaju ke tahap berikutnya. Argentina terhenti di enam belas besar, sementara Jerman harus angkat koper tersisih sejak fase grup.
Sejak itu, JK menjagokan Prancis. Dia yakin Prancis bisa menjadi juara Piala Dunia 2018 di Prancis.

Di bawah asuhan Didier Deschamps, Prancis kembali memenangi piala dunia untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Perancis menjadi jawara saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998. Kemenangan Perancis di Piala Dunia Rusia 2018 kali ini, juga menjadi sejarah bagi Didier Deschamps.

Deschamps menjadi orang kedua setelah 'sang kaisar' asal Jerman, Franz Beckenbauer, yang menjadi pemain dan pelatih yang mampu mengangkat trofi piala dunia.

Dalam acara nonton bareng di Rumah Dinas Wapres, tampak pula sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofjan Djalil, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wakil Kepala Kepolisian RI Syafruddin.

Rudiantara menilai Luka Modric asal Kroasia dan Antoine Griezmann asal Perancis merupakan pemain terbaik dalam pertandingan final Piala Dunia 2018.

Peran keduanya, kata Rudiantara, sangat penting dalam pertandingan tersebut, terutama dalam membangun serangan-serangan yang membahayakan dalam pertandingan.

Griezmann menjadi penembak sepak pojok yang menghasilkan gol bunuh diri bagi Kroasia. Selain itu, eksekutor pinalti yang membuat Perancis memperbesar keunggulan.

Griezman bersama Kylian Mbappe juga menjadi pendobrak dalam serangan-serangan ke gawang Kroasia. Sementara Luka Modric merupakan pekerja keras, pengatur serangan yang mampu membahayakan pertahanan Perancis.

Ia mengatakan pertandingan final kali ini merupakan salah satu yang terbaik. Kedua kesebelasan mengeluarkan kemampuan terbaiknya, meskipun Kroasia harus mengakui keunggulan Prancis.
(ugo/ugo)