Jemaah Haji Indonesia Diklaim Tak Akan Antre Imigrasi Saudi

SAH, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 10:32 WIB
Jemaah Haji Indonesia Diklaim Tak Akan Antre Imigrasi Saudi Jemaah haji Indonesia akan dipioritaskan pemerintah Arab Saudi saat tiba di tanah suci. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jemaah haji asal Indonesia bakal menggunakan sistem kedatangan baru yang diberikan oleh pihak Kerajaan Arab Saudi. Sistem baru itu disebut 'Layanan Tamu Allah'.

Dengan menggunakan sistem ini, semua proses kedatangan seperti pengambilan sidik jari, pengecapan paspor, dan penyortiran barang bawaan jemaah akan dilakukan di Indonesia. Setibanya di Arab Saudi jemaah akan melalui jalur khusus tanpa perlu melakukan proses verifikasi kedatangan.

Sistem atau program Layanan Tamu Allah ini berdasar dari kesepakatan antara otoritas terkait di Indonesia dan tim kerja sama dari Arab Saudi.


"Ketika datang ke Arab Saudi jemaah haji Indonesia tidak perlu lagi melakukan segala macam proses keimigrasian sehingga mereka akan sangat mudah untuk sampai ke wilayah tanah suci," terang Direktorat Keimigrasian dan Paspor Arab Saudi Jendral Sulaiman Al Yahya di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Selasa (17/7).

Menurut dia, berkat sistem baru ini, jemaah haji saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dan Bandara Pangeran Muhammad Madinah, Arab Saudi dapat langsung menuju penginapan untuk beristirahat tanpa harus menunggu proses keimigrasian yang bisa memakan waktu hingga empat jam.

Kendati begitu program ini baru diterapkan untuk jemaah haji asal Indonesia dengan titik keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau pemerintah Indonesia ingin memperluas lagi kami siap untuk melakukan atau membuat proyek ini di tempat lain," terang dia.

Program ini, terang Sulaiman, bakal diterapkan untuk jemaah haji dari seluruh dunia. Sebelum Indonesia, sistem ini diuji coba di negara tetangga Malaysia, tahun lalu.

Ia menyebut jemaah haji asal Indonesia merupakan prioritas bagi pemerintah Arab Saudi karena merupakan jemaah paling rapih dan terbaik.

Adapun 392 jemaah haji kloter 1 asal Jakarta lah yang pertama kali menggunakan sistem ini. Sebelum diberangkatkan pada pukul 09.20 WIB jemaah melakukan verifikasi kedatangan terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta sejak pukul 07.00 WIB.

(DAL)