Novel Minta Jokowi Ungkap Kasusnya sebelum Pilpres 2019

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 17:37 WIB
Novel Minta Jokowi Ungkap Kasusnya sebelum Pilpres 2019 Penyidik senior KPK Novel Baswedan meminta Presiden Jokowi memerintahkan pembongkaran kasus penyiraman air keras atas dirinya sebelum Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera membongkar kasus penyiraman air keras terhadapnya yang terjadi pada 11 April 2017 

Novel pun meminta agar Jokowi mau memberesken kasus tersebut sebelum masa jabatan satu periodenya selesai tahun depan. 

"Saya harap Bapak Presiden, Pak Jokowi punya kesempatan untuk realisasikan janjinya untuk ungkap (kasus) ini," kata Novel di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).



Pengungkapan itu pun, kata Novel, harus dilakukan dengan tuntas, bukan sekedar menunjukkan bagian sketsa wajah saja.

"Tentunya ungkap dengan tidak setengah-setengah, tapi tuntas. Siapa pun yang terlibat harus diungkap," kata Novel. 

"Tentunya ini masih ada waktu. Saya juga berharap bapak Presiden kemudian memandang ini sebagai hal serius. Jangan membiarkan, (harus) bersikap," katanya.

Alih-alih berpasangka terhadap Jokowi, Novel justru mengaku dirinya khawatir dengan keberadaan pihak tertentu yang bisa membuat Jokowi goyah untuk menyelesaikan kasus. 

Misalnya, disebabkan adanya jasa atau pun peranan orang tertentu sehingga membuat mantan walikota Solo itu enggan dan bahkan tidak berani mengungkap kasus penyerangan air keras tersebut.


"Saya kira kalau sudah gitu, kita mau berharap ke siapa lagi. Karena seperti yang tadi saya sampaikan, ini bukan hanya terkait kepada diri saya yang diserang," jelas dia.

(kid)