Demokrat Sebut SBY Sakit Bukan Karena Stres Politik

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 15:43 WIB
Demokrat Sebut SBY Sakit Bukan Karena Stres Politik SBY dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena kelelahan setelah mengunjungi beberapa daerah. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean membantah Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sakit karena terlalu banyak memikirkan politik. 

Menurutnya, SBY sakit karena kelelahan setelah mengunjungi beberapa daerah, seperti Cilacap, Pacitan, dan Yogyakarta.
 
Hal itu menanggapi dirawatnya SBY di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sejak kemarin.
 

"Tidak ada beban politik atau apapun yang membuat beliau harus stres. Tapi murni kelelahan setelah dari Jawa Timur," ujar Ferdinand di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/7).
 
Ferdinand mengatakan SBY saat ini tengah bahagia, terutama usai Partai Demokrat berhasil mendaftarkan calegnya di Komisi Pemilihan Umum  untuk ikut Pileg 2019.
 
Terkait dengan masalah adminstrasi pendaftaran caleg Demokrat di KPU, yakni karena masalah tandatangan basah Ketum dan Sekjen, Ferdinand mengklaim sudah diselesaikan. SBY, kata dia, menandatangani formulir di RSPAD Gatot Subroto.
 

Lebih lanjut, Ferdinand menuturkan kondisi SBY hingga saat ini masih dalam perawatan medis. Ia berkata dokter kepresidenan menyarankan SBY untuk istirahat total.
 
Ia memperkirakan SBY bakal berada di dalam RS hingga tiga hari sebelum melanjutkan aktivitas politik, termasuk bertemu dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
 
"Memang hanya kelelahan dan sekarang mudah-mudahan segera pulih kembali," ujarnya.

Ferdinand mengatakan Waketum Demokrat Syarief Hasan sudah menghubungi Prabowo ihwal dirawatnya SBY di RSPAD Gatot Soebroto. Dalam komunikasi itu, Syarief menyampaikan pertemuan antara SBY dan Prabowo akan dijadwalkan kembali dalam waktu dekat.
 
"Melihat kondisi Pak SBY, kami perkirakan dua, tiga hari ke depan masih harus istirahat. Setelah itu baru kami akan lakukan jadwal kembali untuk pertemuan Pak SBY dengan Prabowo," ujar Ferdinand.

 


(sur)