Kronologi Teror Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera

Ihsan Dalimunthe & Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 10:57 WIB
Kronologi Teror Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera Politikus PKS Mardani Ali Sera. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi dini hari tadi sebelum waktu salat subuh.

Kepada CNNIndonesia.com, Mardani membenarkan peristiwa itu, namun dia mengaku tidak rumah saat teror tersebut terjadi.

"Kebetulan saya di luar kota," ujar Mardani saat dihubungi.


Mardani mengatakan anak-anaknya mendengar suara benda jatuh pada dini hari. Mereka, kata Mardani, mengira itu buah mangga yang jatuh dan menimpa mobil.

"Lalu jam 05.30, yang bantuin kami Wa Engkos saat akan sapu halaman menemukan pecahan botol dan mencium bau bensin," kata Mardani.

Mardani pun mengirim foto berupa barang bukti bom molotov. Di foto itu terdapat dua botol diduga bom molotov. Satu botol dalam kondisi pecah, satu botol lain masih dalam keadaan utuh.

Botol yang masih utuh itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa menjadi serupa bom molotov. Di dalamnya terisi cairan diduga bensin dan ujungnya disumbat oleh kain penyulut.

"Alhamdulillah, tidak ada yang terbakar," kata dia melanjutkan.

Benda diduga bom di kediaman politikus PKS Mardani Ali Sera. (Foto: Mardani Ali Sera)
Sehari sebelum kejadian, Mardani menuturkan ada peristiwa tak biasa terjadi di sekitar rumahnya.

Berdasarkan keterangan satpam setempat, ada dua pengendara motor yang mondar-mandir di kawasan rumahnya.

Kapolres Bekasi Kombes Indarto mengatakan belum bisa memberikan keterangan rinci terkait teror bom molotov di rumah Mardani.

"Sedang dilakukan olah TKP," ujar Kapolres Bekasi Kombes Indarto kepada CNNIndonesia.com.

Mardani adalah pencetus gerakan #2019GantiPresiden. Gerakan ini belakangan mewabah di sebagian masyarakat. Di media sosial, kampanye #2019GantiPresiden pun sempat populer.

(wis)