Selain itu, survei LIPI mengungkap bahwa masyarakat lebih memilih capres dengan kategori 'sederhana dan merakyat' ketimbang kategori 'berwibawa' dan 'berpenampilan menarik'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Kecenderungan] ini mungkin terjadi sejak kepemimpinan Pak Jokowi," kata Wawan, dalam pemaparan temuan survei LIPI di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (19/7).
Jokowi dan pedagang kaki lima, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/ BPMI Setpres) |
Survei LIPI ini dilakukan terhadap 2.100 responden dengan metode multistage random sampling di 34 provinsi, pada 19 April-5 Mei 2018. Margin of error-nya mencapai 2,14 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap dan kuesioner.
LIPI membuat dua versi pertanyaan terkait preferensi capres kepada 2.100 responden. Pada versi pertanyaan terbuka, Jokowi dipilih oleh 45 persen responden, Prabowo 17 persen, dan Gatot Nurmantyo hanya 1 persen.
Pada versi pertanyaan tertutup secara satu lawan satu atau head to head, Jokowi masih mendominasi pilihan responden dengan memperoleh 58,2 persen, meninggalkan jauh Prabowo yang hanya mendapat skor 26,6 persen.
Cawapres Jokowi
Temuan lainnya adalah bahwa cawapres terkuat pilihan responden untuk Jokowi adalah Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra itu dinilai paling cocok ketimbang kandidat cawapres lain seperti Jusuf Kalla, Mahfud MD, ataupun Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Dalam survei Lembaga survei Indo Barometer, Jokowi memimpin dalam kategori capres yang dekat dengan rakyat (58 persen). Sementara, Prabowo Subianto tertinggal jauh dengan angka 8,4 persen.
Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/3). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Sementara dalam hal penampilan menarik, putra Presiden keenam RI SBY, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, disinggung banyak pihak terkait parasnya.
(arh/wis)
Jokowi dan pedagang kaki lima, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (
Komandan Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/3). (