Polri Minta Ojek Online Jaga Nama Bangsa saat Asian Games

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 17:58 WIB
Polri Minta Ojek Online Jaga Nama Bangsa saat Asian Games Aksi komunitas ojek online di gedung parlemen, April 2018. Polri berharap komunitas ojek online tidak berunjuk rasa saat Asian Games. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Mohammad Iqbal mengimbau komunitas ojek online tidak melakukan demonstrasi saat perhelatan Asian Games dilaksanakan. Menurutnya, langkah dialog lebih baik diutamakan daripada demonstrasi.

"Saya imbau seluruh elemen masyarakat jangan mengedepankan emosional demi kepentingan komunitasnya atau pun pribadinya," ujar Iqbal di Hotel Amaroosa, Jakarta, Kamis (19/7).


Iqbal menyatakan Asian Games sebagai perhelatan yang membawa nama baik dan harga diri negara Indonesia sebagai tuan rumah. Oleh karena itu dia berharap komunitas ojek online sebaiknya tidak melakukan aksi demi nama baik Indonesia di mata negara-negara Asia.


Iqbal mengimbau komunitas ojek online memperjuangkan apa yang menjadi haknya melalui dialog. Dia menilai langkah itu lebih optimal dari pada menyalurkan emosi dengan turun ke jalan.

"Kedepankan rasionalitas, jiwa idealisme kebangsaan. Mari kita berbicara, berdiskusi," kata Iqbal.
Polri Minta Ojek Online Jaga Nama Bangsa saat Asian GamesBrigjen Pol. M Iqbal meminta mengajak komunitas ojek online berdialog guna menghindari demonstrasi. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)


Iqbal mengatakan kepolisian siap menjembatani komunitas ojek online untuk berdialog dengan lembaga yang bersangkutan.

"Saya yakin teman-teman komunitas ini bangga dan mendukung Asian Games ini," ucapnya.

Sebanyak dua juta pengemudi ojek online berencana melakukan aksi demonstrasi di dua lokasi, yaitu Gelora Bung Karno dan Gelora Jaka Baring Sport City, Palembang. Aksi dilakukan lantaran belum ada kesepakatan soal payung hukum dan batasa tarif minimal ojek online.

Anggota Presidium Gerakan aksi Roda Dua Igun Wicaksono menilai penyelenggaraan Asian Games sebagai waktu yang tepat untuk menyampaikan aspirasi.
(gil)