Anies Anggap Bambu Bendera Asian Games Bentuk Ketulusan Warga

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 10:04 WIB
Anies Baswedan memerintahkan petugas PPSU memasang kembali bambu yang digunakan untuk memasang bendera Asian Games. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin apel Gerebek Sudirman-Thamrin untuk persiapan Asian Games bersama dengan 'pasukan pelangi' Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan jajarannya untuk kembali memasang bendera Asian Games yang menggunakan bambu. Dia menganggap penggunaan bambu merupakan bentuk ketulusan warga dalam merayakan Asian Games.

Sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara sempat mencopot sejumlah bendera Asian Games yang dipasang menggunakan bambu tersebut.

"Lewat memo ini saya instruksikan untuk dipasang kembali. Harap pastikan keamanan dan kerapiannya," kata Anies dalam memo yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (18/7).


Anies menjelaskan pemasangan bendera dengan bambu tersebut merupakan inisiatif warga. Karenanya, ia meminta agar inisiatif warga dalam menyambut gelaran Asian Games tersebut jangan dihalangi.

"Jangan rendahkan dan mari kita izinkan rakyat merayakan Asian Games dengan kemampuannya, dengan ketulusannya," ujarnya.

Menurut Anies, walaupun bambu yang digunakan untuk memasang bendera adalah bambu bekas, tetapi yang menjadi poin adalah ketulusan warga.

"Bambunya memang bekas tapi ketulusannya original. Bambunya agak melengkung, tapi niat mereka lurus. Bambunya pendek, tapi semangat mereka tinggi sekali," tutur Anies.

Lebih dari itu, ia pun berharap agar tak ada pihak yang menganggap rendah pemasangan bendera Asian Games dengan bambu tersebut. Sebab, bambu yang digunakan tersebut benar-benar berasal dari warga Jakarta sendiri.

Dan Anies berharap apa yang berasal dari warga bisa dihargai oleh semua pihak.

"Biarkan hasil panen rakyat kecil, hasil dagangan rakyat kecil ikut mewarnai Ibu kota. Jangan hanya gunakan tiang besar buatan pabrik yang ukuran kekayaannya sudah raksasa," kata Anies.

(ugo)